Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Warga Australia ini Puluhan Tahun Keliling Indonesia untuk Koleksi Kain Nusantara

Kolektor kain Nusantara, Dr John Yu. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Semangat Dr John Yu dan alm Dr George Soutter, berkeliling Indonesia selama puluhan tahun untuk mengoleksi tekstil Nusantara, ingin ditularkan kepada masyarakat Indonesia dengan sebuah pameran bertajuk “Encounters with Bali: A collector’s journey”.

JAKARTA-KABARE.ID: Keindahan kain Indonesia menginspirasi dua warga Australia, Dr John Yu dan alm Dr George Soutter untuk mengoleksi tekstil buatan Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua.

Keduanya, selama puluhan tahun menjelajahi Nusantara untuk menemukan “harta” budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Sejak kecil, saya sudah memiliki hobi untuk menyimpan benda-benda unik, seperti perangko dan lainnya. Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan ke kota Sydney, saya melihat ada selendang biru yang begitu indah," ujar John Yu dalam acara lokakarya yang digelar di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Ia kemudian bertanya pada pemilik toko dan mendapat penjelasan bahwa kain biru itu adalah kain tenun yang berasal dari pulau Sawu, Indonesia. “Pemilik toko juga menjelaskan kepada saya tentang teknik pembuatan kain tenun yang belum pernah saya tahu sebelumnya. Saya sangat tertarik karena tingkat kerumitannya," tambah Jhon Yu.

Berawal dari pengalaman itu, John Yu mulai tertarik akan Indonesia. Ia kemudian mempelajari sejarah dan jenis-jenis kain tenun di Indonesia.

Pameran di Jakarta

Pengunjung mengamati seksama kain Nusantara yang dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Untuk menyebarkan semangat mencintai budaya bangsa, Museum Tekstil Jakarta bekerja sama dengan Mosman Art Gallery Sydney, Australia, menampilkan koleksi kain Indonesia milik John Yu dan alm George Soutter bertajuk Encounters with Bali: A collector’s journey.

Digelar selama tiga minggu, mulai 11 Juli - 5 Agustus 2018, pameran ini terbuka untuk umum dan menampilkan tekstil dari seluruh Indonesia yang telah dikumpulkan oleh John Yu dan alm George Soutter selama lebih dari 30 tahun.

“Bali menjadi tajuk pameran ini karena seperti banyak orang lain, Bali membuka pintu ke pengalaman yang jauh lebih luas terhadap tekstil dan seni di seluruh Indonesia,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan yang mendukung terlaksananya pameran ini.

Pertukaran budaya

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta, Asiantoro. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta, Asiantoro mengatakan, pameran ini merupakan manifestasi nyata dari pertukaran budaya dan pariwisata antara Australia dan Indonesia.

“Saya berharap, pameran ini akan menghidupkan kecintaan dan dukungan terhadap tekstil tradisional Indonesia,” ujar Asiantoro.

Sebelum pembukaan pameran, John Yu bersama Katrina Cashman (Asisten Direktur Mosman Art Gallery), dan Dr Siobhan Campbell, kurator dan spesialis seni Indonesia dari University of Sydney, mengadakan lokakarya untuk praktisi museum dan galeri Indonesia.

Dalam lokakarya itu, mereka berbagi keahlian di bidang kurator, perawatan tekstil, dan praktek penelitian. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post