Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Wapres Minta MUI Keluarkan Fatwa Terkait Ibadah Bagi Petugas Medis Covid-19

Kyai Maruf Amin saat berkunjung ke Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (23/3/2020). (Foto. Infopublik.id)

Petugas medis tidak boleh membuka alat pelindung diri sampai delapan jam. Sehingga jika hendak salat tidak bisa wudhu dan tidak bisa tayamum.

JAKARTA - KABARE.ID: Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam mengeluarkan fatwa terkait penanganan jenazah COVID-19 serta tata cara beribadah bagi tenaga medis yang mengenakan pakaian dekontaminasi atau hazmat.

Hal tersebut penting mengingat keterbatasan tenaga medis dan petugas dengan situasi seperti sekarang ini, sehingga besar kemungkinan petugas yang mengurus jenazah berasal dari masyarakat.

“Kalau terjadi kesulitan mengurusi jenazah penderita Corona ini karena kurang petugas medisnya atau karena situasi yang tidak memungkinkan, sehingga ada kemungkinan untuk dimandikannya jenazah itu, saya ingin meminta MUI dan ormas Islam membuat fatwa,” kata Kyai Ma’ruf di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (23/3/2020).

Selain itu Kyai Ma’ruf juga meminta MUI mengeluarkan fatwa untuk membolehkan umat Islam salat tanpa berwudhu atau bertayamum sekaligus tata cara salat bagi tenaga medis yang mengenakan pakaian hazmat.

“Ketika para petugas medis itu menggunakan alat pelindung diri, sehingga pakaian hazmat-nya tidak boleh dibuka sampai delapan jam, kemungkinan mereka kalau mau shalat tidak bisa wudhu, tidak bisa tayamum,” ujarnya menjelaskan.

Alasan tersebut selama ini sudah dijalankan oleh sejumlah tenaga medis. Namun, Wapres tetap meminta supaya MUI mengeluarkan fatwa sehingga para tenaga medis yang beragama Islam dapat tenang dalam menjalankan ibadah shalat.

“Ini menjadi penting sehingga mereka, para petugas, menjadi tenang. Jadi harus ada fatwanya. Kalau dalam bahasa agama itu orang yang tidak punya wudhu, tidak tayamum tapi dia shalat. Ini sekarang sudah dihadapi oleh para petugas medis,” tuturnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post