Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Wapres Ajak Masyarakat Himpun Pahala Lewat Wakaf

Kyai Ma'ruf Amin mengajak masyarakat memiliki instrumen wakaf demi membantu kegiatan sosial, termasuk mengumpulkan pahala. (Dok. Istimewa (Setwapres RI).

Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk berwakaf.

JAKARTA – KABARE.ID: Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk berwakaf. Ia menyebut wakaf tak hanya bisa membantu untuk kegiatan sosial, melainkan juga memberi pahala yang tak putus hingga meninggal dunia.

"Menurut ulama yang diterangkan dalam kitab klasik, wakaf pahalanya tidak akan pernah putus bahkan sampai yang bersangkutan meninggal dunia," ungkap Kyai Maruf di acara peresmian layanan Retina Center RS Mata Achmad Wardi secara virtual, Rabu (21/10).

Kyai Ma'ruf mengajak masyarakat untuk memiliki instrumen wakaf karena hasil survei mencatat bahwa literasi wakaf masih rendah di Tanah Air, yakni 54,48 persen. Literasi wakaf lebih rendah dari pemahaman masyarakat terhadap zakat dengan capaian 66,78 persen.

Padahal, wakaf memberikan banyak manfaat. Saat ini, pemerintah dan berbagai lembaga keuangan terus mengembangkan inovasi instrumen wakaf agar bisa menjadi sumber pembiayaan kegiatan sosial. Salah satunya yang baru saja diresmikan adalah pembangunan layanan Retina Center di RS Mata Achmad Wardi. Sebelumnya, rumah sakit ini juga dibangun dari dana wakaf.

Layanan penyembuhan penyakit retina di rumah sakit ini nantinya diberikan kepada keluarga tidak mampu (dhuafa) secara gratis. Menurut Kyai Maruf, hal ini merupakan bentuk nyata dari manfaat wakaf.

"Saat ini, wakaf hanya dipahami sebagai wakaf tanah, padahal bentuk wakaf bukan cuma yang tidak bergerak, tapi bisa juga uang dan surat berharga. Potensi wakaf tunai bisa didapat dari donasi masyarakat secara luas. Jika wakaf nontunai hanya bisa dilakukan oleh orang mampu, wakaf tunai bisa dilakukan semua orang," kata Kyai Maruf.

Untuk itu, Kyai Ma'ruf mengajak masyarakat untuk berwakaf. Di sisi lain, wakaf turut menjadi aset dari ekonomi syariah dan memberikan manfaat sosial kepada masyarakat. "Misalnya, pembangunan pemakaman, mushala, madrasah, dan lainnya. Wakaf dari aset tidak bergerak belum banyak untuk kegiatan produktif," tutur Kyai Maruf.

Senada dengan sang Kyai, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyatakan wakaf telah menjadi salah satu sumber pembiayaan yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada umat. Salah satunya terbukti dengan pembangunan layanan Retina Center di RS Achmad Wardi.

"Dengan instrumen wakaf tunai ini, diharapkan masyarakat mendapat kemudahan untuk bisa melakukan wakaf dan memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat dengan instrumen keuangan negara," kata Ani, sapaan akrab Menteri Sri Mulyani.

Ia melanjutkan hasil pembangunan Retina Center di RS Achmad Wardi ditargetkan bisa memberikan biaya operasi katarak kepada kuam dhuafa dengan jumlah mencapai 2.513 pasien. Mekanisme penyaluran dana dilakukan setiap bulan selama lima tahun dari hasil pengelolaan dana wakaf tunai jenis cash wakaf link sukuk. "Jadi ini bisa untuk kegiatan sosial dalam bentuk investasi dan amal jariah secara bersamaan," terang Ani.

Di sisi lain, Ani bilang pemerintah sejatinya tak hanya mengembangkan pembiayaan berbasis wakaf, namun juga Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk. Pada 2008-2020, pemerintah sudah menghimpun dana mencapai Rp1.500 triliun dari penerbitan sukuk.

Dari penghimpunan dana melalui sukuk tersebut, pemerintah mengalirkan Rp118 triliun ke lebih dari 3.000 proyek infrastruktur yang dibangun dengan skema sukuk berbasis proyek. Bahkan, instrumen sukuk juga sudah diperluas. "Kami juga sudah memperluas investor melalui sukuk ritel, saat ini milenial ingin memegang sukuk ritel tersebut," ungkap Ani.

Lebih lanjut, bendahara negara itu mengatakan penerbitan sukuk di Indonesia juga sudah menyasar proyek ramah lingkungan dengan instrumen green sukuk. Ani mengklaim instrumen ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. "Indonesia menjadi penerbit green sukuk pertama di dunia dengan 8 penghargaan internasional dan 36 penghargaan di dalam kelola sukuk negara," pungkas Sri Mulyani. (*)

 

Sumber: CNN Indonesia

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post