Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Wali Kota Semarang: Budaya Tionghoa Bagian dari Masyarakat Indonesia

Warga mengarak Warak Ngendog. (Istimewa)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan budaya Tionghoa merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia, khususnya budaya masyarakat Semarang.

JAKARTA-KABARE.ID: Budaya Cina berpengaruh besar pada pembangunan identitas masyarakat Indonesia.

Di Semarang misalnya, hewan mitologi yang menjadi ikon Kota Semarang, yakni Warak Ngendog merupakan perpaduan berbagai budaya.

Warak Ngendog, merupakan hewan mitologi berkepala naga yang menjadi simbol keterwakilan budaya Tionghoa dalam budaya Semarang, selain budaya Arab dan Jawa.

"Masyarakat Tionghoa masuk ke Semarang kurang lebih 600 tahun lalu di daerah pesisir di Mangkang," katanya, saat mengunjungi Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok Semarang, Rabu.

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan kunjungannya ke Kelenteng Tay Kak Sie sebagai bagian upaya untuk memastikan persiapan perayaan tahun baru Imlek berjalan lancar, aman, nyaman, dan kondusif.

Kelenteng Tay Kak Sie, kata dia, merupakan salah satu kelenteng tertua di Kota Semarang yang didirikan pada 1746 yang membuktikan masyarakat Tionghoa yang sudah lama mendiami Kota Atlas.

Oleh karena itu, perayaan Imlek menjadi agenda yang penting karena budaya Tionghoa telah lama menjadi bagian budaya masyarakat Indonesia, khususnya Semarang.

Ia menjelaskan Kelenteng Tay Kak Sie Semarang setiap tahun juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan perayaan tahun baru Imlek, salah satunya pembagian bingkisan dan angpau kepada masyarakat kurang mampu.

Setidaknya ada 1.250 angpau dan bingkisan yang sudah disiapkan oleh Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Semarang untuk dibagikan kepada masyarakat pada perayaan Imlek tahun ini.

Hendi menambahkan perayaan Imlek di Kota Semarang pada tahun ini akan terkonsentrasi pula di dua titik, yakni Wotgandul Timur di kawasan Pecinan dan Kelenteng Sam Poo Kong Semarang.

"Nanti pada 12-14 Februari 2018 akan diselenggarakan Pasar Imlek Semawis yang rangkaiannya festival lunpia, jamuan makan tuk panjang, hingga pengobatan gratis di kawasan Wotgandul Timur Semarang," katanya.

Untuk perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, kata dia, berlangsung pada 16 Februari 2018 yang akan diramaikan dengan berbagai kegiatan di destinasi wisata itu. 


Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post