Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Urutan Memasak Shabu-Shabu yang Tepat

Ilustrasi: bahan-bahan untuk membuat shabu-shabu. (Pixabay)

Tak jarang masyarakat yang hendak menyantap shabu-shabu memasukan semua bahan makanan sesukanya. Padahal, ada tahapan yang perlu dicermati untuk mendapatkan rasa kuah yang nikmat serta kematangan bahan makanan yang sempurna.

JAKARTA-KABARE.ID: Shabu-Shabu adalah makanan khas Jepang yang cukup akrab di lidah masyarakat Indonesia. Masakan ini biasanya terdiri dari potongan sayur dan irisan tipis daging yang dicelupkan ke dalam panci berisi kuah panas.

"Orang awam biasanya memasukkan semua bahan makanan secara bersamaan. Sebenarnya ada tips dan triknya untuk membuat supnya lebih enak," kata Marketing Communication Shabu-Shabu House, Naomi Juniarta saat dijumpai di Good Food Festival, Plaza Indonesia, Senin (3/12/2018).

Naomi mencontohkan tulang ayam atau sedikit irisan daging menjadi bahan yang pertama dimasukkan ke dalam panci karena akan memberikan tambahan rasa pada kuah kaldu. Setelah didiamkan beberapa saat, barulah kita memasukkan sayur-sayuran.

“Urutan pertama masukan jamur shitake untuk membantu rasa sup jadi lebih manis, setelah itu sayuran yang keras, seperti wortel, jagung, dan lainnya," ujarnya.

Baca juga: Makan Enak Sambil Beramal di Good Food Festival

Setelah itu, memasukkan sayur-sayuran dengan tekstur yang lebih empuk. Jangan lupa memasukkan daun bawang untuk menambah rasa kuah kaldu. Setelah sayur-sayuran selesai dimasukkan, memasukkan ayam dan masak hingga matang.

Shabu-Shabu biasanya juga dilengkapi dengan udon atau mi khas Jepang. Nah, kesalahan lainnya yang kerap dilakukan banyak orang adalah memasukkan udon ke dalam kuah kaldu. Padahal, udon yang disajikan sebetulnya sudah matang dan siap disantap.

"Kalau memasukkan udon dari awal nanti pada saat makan sudah hancur. Padahal udon sudah bisa dimakan hanya dengan kita basahin saja (dengan kuah)," ucapnya.

Adapun durasi memasak sayur-sayuran untuk shabu-shabu menurutnya tergantung pada selera. Beberapa orang menyukai sayuran yang masih setengah matang, tetapi ada juga yang menyukai sayur dengan tekstur empuk. Namun, ia menekankan pentingnya agar urutan masak tetap diperhatikan.

"Pemasakan sayur tergantung selera, tapi ada urutannya. Untuk beef sama saja urutannya, jadi masukkan satu slice beef, sayur, baru beef lagi," tandas Naomi. (KMG/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post