Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Ukawangi ITB Pentaskan Pagelaran Sewu Kelir Blambangan

Ukawangi ITB mementaskan pagelaran Sewu Kelir Blambangan di ITB, Minggu (2/2/2019). (Foto: Kementerian Pariwisata RI)

Pagelaran ini menyajikan kisah Prabu Tawang Alun dan kesaktiannya dalam bentuk drama serta tarian. Pagelaran tersebut dikemas menjadi pertunjukan megah dan mempesona yang dapat menunjukkan kekayaan seni budaya Banyuwangi.

BANYUWANGI-KABARE.ID: Unit Kebudayaan Banyuwangi Institut Teknologi Bandung (Ukawangi ITB) mementaskan Pagelaran ‘Sewu Kelir Blambangan’, di Aula Timur ITB, Minggu (3/2/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya ini mengangkat tajuk ‘Prabu Tawang Alun’ dengan menampilkan seni, drama, dan tari budaya Banyuwangi. Meski berlatar belakang budaya, acara dikemas modern dengan esensi kalangan muda.

Secara garis besar, pagelaran ini terdiri dari Sendratari Prabu Tawang Alun, sebuah drama dan tarian yang menceritakan sejarah seorang tokoh bernama Prabu Tawang Alun dan macan putihnya. Tarian pembuka disajikan Tari Gandrung dan ditutup dengan menyanyikan lagu Umbul-Umbul Belambangan oleh semua pemain.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kebudayaan Banyuwangi merupakan salah satu dari aneka ragam daya tarik pariwisata yang dimiliki Indonesia. Banyuwangi merupakan daerah di ujung Pulau Jawa yang menjelma menjadi salah satu daerah dengan indeks pariwisata terbaik.

“Selain wisata alam, Banyuwangi juga menyimpan segudang potensi wisata seni dan budaya. Salah satu kebudayaan yang khas dari Banyuwangi adalah kebudayaan suku aslinya yakni Suku Osing. Berbagai jenis kesenian seperti musik, sastra, tari dan bahasa dimiliki oleh Banyuwangi,” jelasnya.

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post