Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
SENI BUDAYA

Ujian Sekolah Menyenangkan Ala SMAN 2 Pangkalpinang

Foto: negerilaskarpelangi.com

SMAN 2 Pangkalpinang, mengubah konsep ujian yang serius dengan pentas bersama di atas panggung. Menurut pihak sekolah, sistem ujian dengan cara tersebut dapat membuat siswa terhibur dan tidak merasa tertekan saat mengikuti ujian.

JAKARTA – KABARE.ID: Ujian sekolah ternyata bisa dibuat menyenangkan. Seperti yang dilakukan oleh SMAN 2 Pangkalpinang, saat menguji mata pelajaran seni budaya dengan pentas di atas panggung secara berkelompok. Ujian praktik bertajuk “Eternity 34 We Are Lion of Smada” ini diikuti oleh 272 siswa dan dilaksanakan pada Jum’at, (21/2/2020).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Pangkalpinang, Suhadi mengatakan, para siswa diberikan kebebasan untuk memilih kesenian yang diminati, seperti tarian, musik atau lagu, hingga seni teater. Mereka boleh membawakan kesenian tradisional, kreasi, kontemporer hingga modern. Sebagian besar peserta menampilkan kesenian daerah Melayu Babel, walaupun beberapa diantaranya tampak tarian dari Palembang, Sumatera Selatan.

“Selain untuk menguji kemampuan akademik siswa, pihak sekolah ingin membudayakan adat atau kearifan lokal nusantara melalui seni budaya yang ditampilkan,” ungkap Suhadi, sebagaimana dikutip dari negerilaskarpelangi.com.

Menurut Suhadi, sistem ujian dengan cara tersebut dapat membuat siswa terhibur dan tidak merasa tertekan dalam mengikuti ujian praktik. “Biasanya ujian itu harus serius, tapi ujian praktik seperti ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk berekspresi sesuai bakat dan kemampuan mereka,” tambahnya, seraya berharap ke depan ujian seperti ini dapat ditampilkan secara umum, tidak hanya khusus kalangan sekolah, tapi mengambil lokasi di tempat terbuka..

Sementara itu, Guru Seni Budaya SMAN 2 Pangkalpinang, Kusdiarsari menyebutkan, ujian praktik seni budaya mengacu pada kisi-kisi dari pusat. Sebab itu para siswa diwajibkan menampilkan tari tradisional maupun kreasi dengan tema seni budaya nasional. “Salah satunya ya seni budaya Melayu Bangka Belitung, banyak siswa yang menampilkan tarian dan seni musik daerah seperti campak atau dambus,” jelasnya.

Kusdiarsari menambahkan, secara kualitas terjadi peningkatan apresiasi dari para siswa. Hal itu dibuktikan dengan keseriusan peserta tampil semakin baik, termasuk dalam berbusana yang mengedepankan kearifan lokal.

Sebelum mengikuti ujian praktik, para siswa lebih dulu mendapatkan bimbingan dan teori dari pihak sekolah. Selanjutnya masing-masing siswa membentuk kelompok sesuai dengan minat bakat terhadap kesenian yang akan ditampilkan. Mereka juga belajar langsung kepada praktisi sanggar seni untuk memantapkan pengetahuan.

Pada saat ujian praktik, Kusdiarsari sebagai guru bidang studi seni budaya akan menilai penampilan para siswa, meliputi gerakan, busana, tata rias, ekspresi dan kekompakan. Selain praktik penampilan kesenian, kata Kusdiarsari, para siswa diharuskan membuat makalah terhadap apa yang mereka tampilkan. Makalah minimal terdiri dari tiga bab yang merupakan tugas akhir siswa dalam ujian seni budaya.

Penulisan makalah tidak hanya diberlakukan bagi kelas akhir. Para siswa kelas 10 dan 11 pun wajib menyaksikan penampilan kakak kelasnya, dan selanjutnya diharuskan membuat makalah sejenis sebagai portofolio. Sepengetahuan Kusdiarsari, ujian praktik seperti ini baru diterapkan di SMAN 2 Pangkalpinang.

Salah seorang siswa peserta ujian praktik seni budaya, Dina Sayyidina Rani, mengaku ujian semacam ini sangat penting dilakukan. Selain sebagai tes keilmuan siswa, juga memberikan pengetahuan dan wawasan bagi siswa terhadap kesenian tertentu. “Setidaknya kami sebagai siswa bisa belajar bermain musik, olah vokal, menari dan berteater. Ini menjadi nilai tambah, syukur-syukur bisa menjadi talenta siswa di kemudian hari,” harapnya. (*)

 

Sumber: negerilaskarpelangi.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post