Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Turis Asal Maroko Sambangi Pesanggrahan Bung Karno di Simalungun

Turis asal Maroko menyambangi Pesanggarhan Bung Karno di Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: Kemendagri RI)

Di Maroko ada Jalan Soekarno, Jalan Jakarta, Jalan Bandung, dan Jalan Indonesia. Hal ini merupakan bukti hubungan baik antara Presiden Soekarno dengan Raja Maroko di masa lalu.

SIMALUNGUN - KABARE.ID: Indonesia ibarat saudara kandung bagi Maroko. Hubungan baik antara Presiden Soekarno dengan Raja Maroko di masa lalu berdampak hingga saat ini, salah satunya kemudahan berkunjung ke Maroko tanpa visa bagi WNI selama 90 hari kunjungan.

Selain itu, beberapa nama jalan di Maroko ditabalkan Raja Maroko masa lalu sebagai tanda hubungan baik ini, yakni Jalan Soekarno, Jalan Jakarta, Jalan Bandung, dan Jalan Indonesia. Di Indonesia sendiri, nama sebuah kota di Maroko juga ditabalkan menjadi nama jalan, yaitu Jalan Kasablanka.

Penasaran dengan sosok Soekarno yang selama ini sering didengar di Maroko, sejumlah wisatawan asal Maroko yang terdiri dari operator tur dan jurnalis menyambangi pesanggrahan Soekarno di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Minggu (3/11).

Disambut oleh Zamzami, petugas penjaga pesanggrahan Soekarno, rombongan dipandu untuk berkeliling pesanggrahan. Sembari mengamati foto-foto Soekarno yang tergantung di dinding, Zamzami menceritakan sejarah dan kisah pengasingan Soekarno di pesanggrahan.

Dikisahkan, meski diasingkan, Soekarno tetap mampu menjalin komunikasi ke luar dengan menyelipkan surat di tulang, makanan, sayuran, dan lainnya.

Tariq Benhadda, seorang jurnalis media daring di Maroko merasa bangga bisa mengunjungi pesanggrahan Soekarno.

"Tak banyak yang kita tahu perihal Soekarno, selain memiliki hubungan baik dengan raja di masa lalu, hadir di sini dan mendengar kisah perjuangannya dalam mempertahankan negaranya sungguh menggugah. Setelah pulang ke Maroko dan melewati jalan Soekarno, kenangan tentang dirinya akan melintas dalam benakku," katanya, sebagaimana dikutip Kabare dari keterangan resmi Kemendagri RI,Selasa (5/11/2019)..

Turis lainnya, Adil Ghazzal, pemilik agensi perjalanan di Maroko tidak bisa membayangkan bagaimana panjangnya perjalanan Soekarno di masa lalu menuju Maroko. Hal ini mengingat bahkan di masa sekarang juga membutuhkan perjalanan panjang dari Maroko ke Indonesia.


"Ini menandakan niat yang kuat untuk menjalin hubungan baik. Artinya, kita sebagai generasi saat ini harus merawat hubungan baik ini," ujar dia.

Usai mendengar penjelasan, rombongan berkeliling dan memasuki ruang kamar Soekarno. Kemudian, mengabadikan foto di teras gedung pesanggrahan yang menghadap langsung ke Danau Toba. (bas)
 

Basakoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post