Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Transformasi Gunungkidul: Dari Kabupaten Miskin Menjadi Bali Baru

Pantai Indrayanti yang indah di Gunungkidul, Yogyakarta. (Badan Pariwisata)

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mengubah wilayahnya, dari salah satu daerah termiskin di Indonesia menjadi tujuan wisata favorit.

YOGYAKARTA-KABARE.ID: Sampai beberapa tahun yang lalu ketika berbicara tentang Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, kebanyakan orang mungkin akan berpikir tentang daerah yang tandus, kering, miskin, dan secara ekonomi menderita kelangkaan air bersih yang berulang.

Namun kini Gunungkidul telah bertransformasi menjadi tujuan wisata populer yang menawarkan sebagian besar keindahan alam. Kabupaten ini juga memiliki kekayaan budaya Jawa di mana pertunjukan tradisional dan ritual masih terjaga dengan baik.

Pasokan air bersih juga tidak lagi menjadi masalah karena sumber daya baru telah dikembangkan untuk menjawab masalah. Keindahan alam yang ditawarkan berkisar dari pantai-pantai eksotis, sungai prasejarah, geoparks, hingga petualangan dan tempat menarik untuk berfoto.

Bahkan beberapa jalan menuju ke lokasi wisata tidak kalah menarik. Selama musim hujan jalan di sana menawarkan pemandangan hijau yang indah dari sebagian besar hutan jati. Sementara saat musim kemarau akan menampilkan pemandangan eksotis dari pohon-pohon jati yang hampir tanpa daun di sepanjang kedua sisi jalan.

Di beberapa bagian, seperti yang ada di rute yang menghubungkan Kabupaten Panggang Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Imogiri di Kabupaten Bantul, para pelancong dimanjakan dengan pemandangan tebing-tebing karst di satu sisi dan pandangan jauh Samudra Hindia biru di sisi lain.

Pengamat ekonomi Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo pernah menyebut bagian khusus ini sebagai Monterrey-nya Indonesia, karena ia melihatnya mirip dengan bagian jalan yang disebut Seventeen Mile Drive di Monterrey, California, di Amerika Serikat, yang dikenal karena rutenya yang indah, mengikuti kontur area pegunungan.

“Dan ini baru permulaan,” kata Harinowo, mengungkapkan keyakinannya bahwa dalam lima hingga 10 tahun mendatang Gunungkidul akan benar-benar berubah menjadi Bali Baru, seperti dikutip dari The Jakarta Post, Selasa (9/10/2018).

Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa kawasan wisata elit Nusa Dua di Bali sebelumnya juga merupakan daerah perbukitan yang tandus. Dengan demikian, sangat mungkin bahwa kawasan karst perbukitan Gunungkidul juga akan diubah menjadi tujuan wisata elit dalam waktu dekat.

Perkembangan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pulau Jawa yang juga menghubungkan daerah pesisir Gunungkidul dengan New Yogyakarta International Airport (NYIA), yang direncanakan akan mulai beroperasi tahun depan, akan semakin mempercepat proses transformasi.

Dia mengatakan bahwa kepercayaan diri inilah yang mendorongnya untuk bersama-sama berinvestasi di sektor pariwisata di Gunungkidul dengan mengembangkan Radika Paradise Hotel di Pantai Indrayanti dengan investor lokal, menawarkan cottage dan vila untuk bermalam.

"Tanggapan telah melampaui harapan kami," katanya, menggambarkan bagaimana turis asing dan domestik mulai tinggal di hotelnya meskipun beberapa fasilitas hotel masih dalam pembangunan.

Kepala Sub-direktorat Perencanaan Pariwisata Kabupaten Sukungkidul, Supriyanta, mengatakan bahwa kabupaten itu selama beberapa tahun terakhir menikmati peningkatan kunjungan wisatawan hingga 400 ribu per tahun. Tahun lalu memiliki 3,2 juta wisatawan yang berkunjung, di antaranya 21.600 adalah turis asing.

Dia mengatakan, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul sejauh ini memilih pantai sebagai tujuan utama mereka. Di antara pantai yang paling populer adalah Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sadranan, Ngandong, Sundak, Indrayanti, Nglambor, Siung dan Wediombo. Masing-masing menawarkan pesona dan karakter yang berbeda.

“Kami memiliki target untuk mempromosikan empat pantai baru setiap tahun,” kata Supriyanta, seraya menambahkan bahwa dari 121 pantai yang terdaftar di kabupaten itu, hanya 40 yang telah dikembangkan dan dieksploitasi sebagai tujuan wisata.

Untuk membantu menarik lebih banyak wisatawan, pemerintah kabupaten saat ini sedang membangun tempat parkir pusat di 3 hektar di Krakal di mana pengunjung diharapkan untuk memarkir kendaraan mereka dan melanjutkan perjalanan mereka ke pantai di bus antar-jemput yang disediakan oleh otoritas.

Fasilitas ini juga akan datang dengan fasilitas umum lainnya, termasuk kios untuk souvenir dan kuliner. "Kami berharap pengembangan fasilitas ini selesai pada akhir tahun ini sehingga pada tahun depan mereka akan siap untuk beroperasi," kata Supriyanta. (tjp/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post