Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tradisi Unik Tahun Baru Islam di Indonesia dan Beberapa Negara

Sejumlah anak membawa obor sambil berkeliling saat pawai obor menyambut Tahun Baru Islam di Lengkong Karya, Serpong Tangerang Selatan, Senin (10/9/2018). (Kompas.com/ Andreas Lukas Altobeli)

Setiap daerah di Indonesia punya tradisi unik untuk merayakan tahun baru Islam. Tahun ini, 1 Muharram 1440 Hijriah (tahun baru Islam) jatuh pada hari Selasa, 11 September 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Di Jawa misalnya, malam datangnya tahun baru Islam disebut juga dengan Malam 1 Suro. Pada malam ini, ada tradisi Lek-lekan atau begadang sepanjang malam. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah bersalawat dan melakukan pawai obor. Di Solo ada tradisi begadang yang dinamai tradisi Kirab Kerbau Bule

Sementara itu, di Yogyakarta tradisi bedagang pada tahun baru Islam dinamai dengan tradisi Mubeng Beteng atau mengelilingi Keraton Yogyakarta. Tradisi ini dilakukan oleh warga dan abdi Keraton Yogyakarta sebagai simbol refleksi dan intropeksi diri. Selama mengelilingi benteng, mereka harus melakukan tapa bisu (tidak bersuara) serta tidak makan, minum, atau merokok.

Ratusan abdi dalem keraton diikuti ribuan warga melakukan ritual Mubeng Beteng mengelilingi Keraton Yogyakarta, Selasa, 5 November 2013. (TEMPO/STR/Suryo Wibowo)

 

Lain lagi di Magetan dengan tradisi Ledug Suro atau pesta kue bolu. Upacara ini diawali dengan kirab Nayoko Projo dan Bolu Rahayu yang nantinya menjadi sasaran rebutan warga.  

Acara makan-makan juga bisa ditemui di Bangka Belitung. Di Kepulauan Laskar Pelangi ini ada tradisi Nganggung atau makan bersama, di mana setiap rumah akan memasak aneka hidangan agar dikunjungi tamu.

Warga makan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang di Masjid Al Ghazali, kompleks Bumi Panyileukan, Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Kamis (21/9/2017). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

 

Di Pati juga ada tradisi serupa. Uniknya, makanan yang akan disantap dibawa oleh masing-masing warga kemudian dikumpulkan. Setelah didoakan oleh pemangku adat, barulah makanan tersebut disantap bersama. Tradisi ini juga jadi ajang saling tukar-menukar lauk yang dibawa untuk meningkatkan kerukunan antar warga.

Tradisi makan bersama saat merayakan Tahun Baru Islam juga bisa ditemui di Karanganyar. Masyarakat setempat menyebut tradisi ini dengan sebutan Wahyu Kliyu. Uniknya makanan yang dimakan bukan berupa nasi atau lauk pauk, tetapi hanya berupa apem, semacam kue yang dibuat dari bahan tepung beras. Apem yang berbentuk bulat tersebut mengandung makna sebagai lambang pengayoman, peneduh, dan penyejuk.

Tradisi Merayakan Tahun Baru Islam di Belahan Dunia

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, Brunei Darussalam. (www.idesignarch.com)

 

Jika di Indonesia, merayakan tahun baru Islam diisi dengan kegiatan unik mulai dari begadang hingga makan bersama, lalu bagaimana dengan belahan dunia lain.

Di Arab Saudi misalnya, tahun baru Islam dirayakan dengan mengadakan pengajian akbar di sejumlah masjid besar. Setelah berdoa dan mengaji, mereka pulang ke rumah untuk menyantap hidangan bersama keluarga.

Di Brunei Darussalam, masyarakat muslim merayakan tahun baru Islam dengan bersih-bersih masjid. Pada malam harinya, masyarakat akan berkumpul di masjid untuk berdoa sekaligus makan bersama.

Tradisi unik saat tahun baru Islam juga bisa ditemui di Maroko, di mana setiap warga akan membuat roti dalam jumlah banyak untuk saling ditukarkan dengan para tetangga.

Itulah sedikit ulasan perayaan tahun baru Islam di beberapa daerah dan belahan dunia. Kalau di daerah kamu ada tradisi apa? (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post