Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tradisi Snap Mor Jadi Daya Tarik Festival Biak Munara Wampasi 2019

Tradisi Snap Mor di Kabupaten Biak, Numfor, Papua yang memanfaatkan surutnya air laut. (Foto: dok, Kemenpar RI)

Snap Mor adalah tradisi memancing di Kabupaten Biak, Numfor, Papua yang memanfaatkan surutnya air laut.

BIAK-KABARE.ID: Tradisi Snap Mor di Kabupaten Biak, Numfor, Papua jadi daya tarik untuk wisatawan yang datang saat Festival Biak Munara Wampasi 2019. Snap Mor adalah tradisi memancing yang memanfaatkan surutnya air laut.

Budayawan Biak, Mikaron Sumbre mengatakan, tradisi memancing ini sudah dilakukan sejak dahulu. “Tradisi ini penuh makna, setiap peserta yang ingin memancing harus melewati beberapa ritual terlebih dahulu. Gunanya untuk mensucikan diri agar hasil pancingan membawa keberkahan bagi masyarakat di Biak,” kata Mikaron di Kabupaten Biak, Selasa (2/7/2019).

Seusai melakukan ritual, masyarakat Kabupaten Biak berbondong-bondong berlari menuju air laut untuk menangkap ikan. “Ikan yang ada di sini kebanyakan adalah ikan karang seperti ikan kerapu dan ikan kakap merah maupun kakap putih, ada juga ikan kapas khas Biak," ujar Mikaron.

Dahulu, alat yang digunakan untuk Snap Mor menggunakan kayu yang dibuat menjadi runcing. Namun sejak kehadiran penjajah Belanda dan Jepang, alat pancing diubah dengan besi putih pada bagian ujungnya yang berfungsi untuk menangkap ikan.

"Jika, tombak berukuran besar maka jumlah besi putihnya sebanyak delapan buah, namun jika berukuran kecil maka cukup enam buah saja. Penggunaan besi putih karena besi putih tidak mudah berkarat ketika masuk ke dalam air laut," kata Mikaron.

Sementara itu Sekda Biak Markus Mansnebra mengatakan, selain keunikan dalam menangkap ikan, wisatawan juga diberikan keindahan air laut Samudera Pasifik yang membentang luas. "Tradisi memancing ini selalu dilakukan pada bulan Juli, terlebih air laut dalam kondisi surut sehingga tradisi ini bisa dilakukan oleh masyarakat maupun wisatawan yang ingin mencoba menangkap ikan," urainya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Calender of Event Kementerian Pariwisata Raseno Arya menilai kehadiran Snap For semakin memperlihatkan keberadaan pariwisata Indonesia dari sisi yang lain yakni sisi budaya. “Biak menjadi salah satu pulau paling indah di Indonesia Timur selain kekayaan alam, ada juga pulau tiga warna. Kita melihat bahwa kekuatan budaya sangat menonjol sehingga sangat layak untuk dipelihara dan dilestarikan, nuansa budaya juga harus lebih dikentalkan lagi,” katanya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post