Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tradisi Panen Ikan di Lubuk Larangan

Ilustrasi: Memancing ikan di sungai. (Pixabay)

Lubuk Larangan adalah sebuah area yang dilindungi hukum adat dan kesepakatan untuk memberi kesempatan ikan-ikan berkembang biak. Jika tiba waktunya, semua warga berpesta membuka lubuk larangan.

JAKARTA – KABARE.ID: Ada daerah unik bernama Lubuk Larangan di Desa Ludai, tepatnya di Sungai Subayang yang membelah perbukitan Bukit Rimbang Bukit Baling, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Lubuk larangan merupakan satu kawasan yang tak boleh diambil ikannya pada kurun waktu tertentu. Bisanya ditandai dengan dua tali yang melintang di sungai dengan jarak kira-kira 20m. Penetapan tempat ini biasanya memilih debit air yang dalam dan tenang agar ikan-ikan dapat bertelur dan menetas dengan aman. Warga setempat pun sangat mematuhi aturan ini.

Hingga tiba waktunya, masyarakat bersamaan akan memanen ikan. Saparudin, salah satu penduduk desa di sekitar lubuk larangan menjelaskan biasanya panen dilakukan menjelang bulan Ramadhan waktu para perantau pulang kampung. “Kami panen bersama-sama. Semua orang menangkap ikan di lubuk,” katanya, sebagaimana diutip Kabare dari keterangan resmi Kemenparekraf, Selasa (19/11/2019).

Saparudin menjelaskan, ikan-ikan yang dipanen akan dilelang dan hasilnya akan digunakan untuk membangun desa. Nah, pelelang biasanya para perantau yang pulang membawa banyak uang. Mereka membeli, kemudian memasaknya di pinggir sungai. Kemudian, ikan itu dinikmati bersama-sama.

“Di sini juga dibangun tenda. Satu tenda satu keluarga. Siapa pun yang berkunjung boleh makan,” ujar Saparudin sambil menunjukkan pinggiran sungai tempat tenda-tenda didirikan.

Pada saat panen, para laki-laki mendayung sampan ke bagian tengah sungai. Beberapa menebarkan jaring, beberapa lagi menyelam. Dengan keterampilan yang dimiliki sejak lahir, mereka menangkap ikan dengan tangan kosong.

Ketika sudah dirasa cukup untuk menjamu tamu, maka penangkapan ikan dihentikan. Mereka memang hanya mengambil secukupnya, memberikan kesempatan ikan-ikan untuk kembali berbiak. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post