Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tradisi Kebo-keboan, Ungkapan Rasa Syukur Petani di Banyuwangi

Seorang warga berdandan layaknya kerbau saat beraksi dalam acara tradisi Kebo-keboan di desa Alasmalang, Banyuwangi. (Instagram/amazingbanyuwangi)

Tradisi adat Kebo-keboan di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, berlangsung meriah, Minggu, 23 September 2018.

BANYUWANGI-KABARE.ID: Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid mengapresiasi kegiatan tradisi adat Kebo-keboan yang dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Banyuwangi.

"Nilai dari budaya ini mempunyai makna, festival kebo-keboan ini dalam rangka menyambut kehidupan mengenal alam, dan menjadi tradisi yang memiliki nilai besar bagi masyarakat," ujar Hilmar seperti diberitakan Detik.com, Minggu (23/9/2018).

Kegiatan yang digelar setiap bulan Suro penanggalan Jawa ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Alasmalang kepada Tuhan. Tradisi ini juga merupakan doa, agar proses tanam di tahun depan dapat menghasilkan panen yang melimpah.

Ratusan masyarakat berdesakan di persimpangan jalan Desa Alasmalang, untuk melihat arak-arakan puluhan manusia kerbau, yang berkeliling di empat penjuru mata angin. Ada pula Dewi Sri, yang merupakan simbol kesuburan masyarakat agraris, yang ditandu mengikuti manusia kerbau diarak.

Ketua Panitia Indra Gunawan menjelaskan dulu, acara ini hanya sebatas kegiatan ritual biasa di desa di sekitar sawah dan perkampungan. "Namun dengan sentuhan Pemkab Banyuwangi, acara ini dikemas kolosal yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujar Indra.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus berdampingan dengan masyarakat untuk mengemas kegiatan budaya menjadi tontonan yang apik.

"Banyuwangi terus menjaga kegiatan seperti ini sehingga bisa membawa manfaat besar buat pariwisata di Indonesia khususnya Banyuwangi," kata Anas. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post