Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tradisi Garebek Kupat di Magelang Tahun Ini Batal Digelar

Ilustrasi: IST

Acara yang biasanya berlangsung pada Bulan Syawal itu ditiadakan karena pandemi virus Corona atau COVID-19 belum mereda.

MAGELANG – KABARE.ID: Tradisi Garebek Kupat (ketupat) dan gelar budaya di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, tahun ini ditiadakan.

"Tradisi Garebek Kupat dan gelar budaya saat ini ditiadakan karena pandemi COVID-19. Biasanya dilangsungkan setiap bulan Syawal tepatnya pada Hari Lebaran kelima," kata salah seorang tokoh masyarakat Dusun Dawung, Gepeng Nugroho, sebagaimana diberitakan oleh detikcom, Jumat (29/5/2020).

Gepeng mengatakan pelaksanaan acara ini semestinya berlangsung pada Kamis (28/5) kemarin. Biasanya panitia mengedarkan kelontong ketupat kepada masing-masing rumah warga. "Sehari sebelumnya panitia mengedarkan kelontong ketupat kepada masing-masing rumah untuk diisi biasanya isinya uang atau voucher. Terus kelontong ketupat nantinya dirangkai menjadi gunungan raksasa," ujar Gepeng.

Gunungan ketupat tersebut, kata Gepeng, nantinya diletakkan di masjid dan didoakan oleh tokoh agama setempat. Baru kemudian gunungan ketupat itu diarak warga ke lapangan. “Nantinya sebelum diperebutkan, sesepuh menyampaikan pesan dan nasihat saling memaafkan di Bulan Syawal. Kemudian setelah itu, warga diperbolehkan berebut gunungan ketupat tersebut,” kata Gepeng.

Dalam acara itu, kata Gepeng juga biasanya dimeriahkan dengan tarian Pawitra atau penyucian diri. "Ketupat yang diperebutkan sekitar 2.000 sampai 2.500-an. Setelah itu, dilanjutkan dengan gelar budaya," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Detik.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post