Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Toleransi dalam Gelaran Cap Go Meh di Indonesia

Anies Baswedan (tengah) saat menghadiri Festival Pecinan di Glodok, Sabtu (3/3). (Foto: Baskoro Dien Kabare.id)

Gelaran Cap Go Meh memperkuat rasa toleransi masyarakat Indonesia. Di Jakarta, perayaan Cap Go Meh berhenti sejenak saat azan berkumandang, sementara di Bogor, pembukaan perayaan Cap Go Meh dibuka dengan pembacaan doa oleh enam perwakilan agama.

JAKARTA-KABARE.ID: Perayaan Cap Go Meh atau hari kelima belas Tahun Baru Imlek dimeriahkan sejumlah hiburan di berbagai wilayah di Indonsia.

Di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno menghadiri Festival Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018). Mereka hadir dengan menggunakan pakaian tradisional Tionghoa.

Dalam acara tersebut Anies-Sandi disuguhi atraksi dari barongsai Kong Ha Hong yang sudah menjuarai kompetisi internasional. Uniknya, pertunjukan barongsai yang diikuti musik khas itu sempat dihentikan karena bertepatan dengan kumandang azan.

Kejadian yang syarat toleransi ini terjadi sesaat sebelum Anies-Sandi tiba di lokasi acara pada pukul 15.10 WIB.

Festival Pecinan di Glodok digelar selama dua hari pada 3-4 Maret 2018 dengan menampilkan berbagai kesenian dan budaya Tionghoa yang diberi nama 'Karnaval Budaya Nusantara Cap Go Meh Glodok 2018'.

Beragam hiburan ditampilkan, mulai dari Tatung, Barongsai, Liong, Tari Kabasaran Bapontar, Reog, Tarian Papua, Ondel-ondel, Sepeda Ontel Kota Tua, Korps Polisi Berkuda, Enggrang, Koko Cici, Abang None, dan Kesenian Betawi.

Puncak festival akan digelar Minggu (4/3) dengan acara parade budaya Imlek di sepanjang Jalan Pancoran hingga Jalan Hayam Wuruk.


Kekuatan bangsa Indonesia

Pertunjukan seni peran di Festival Pecinan di Glodok, Sabtu (3/3/2018). (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Sebelumnya, perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang 2018 dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Dalam sambutannya Menag mengatakan, keanekaragaman budaya adalah aset bangsa Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan asing datang. Selain itu kerukunan dan kebersamaan juga menjadi sumber kekuatan dari bangsa Indonesia.

"Untuk itu, saya mengajak seluruh amat beragama yang ada di Singkawang untuk meningkatkan kerukunan dan kerja sama dalam mengatasi berbagai masalah sosial," kata Lukman pada Jumat (2/3).

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang berlangsung meriah, bahkan memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) di antaranya, rekor lampion terbanyak, rekor pawai tatung terbanyak, dan rekor gerbang Cap Go Meh terbesar.


Kirab budaya Nusantara

Penampilan barongsai di Festival Pecinan di Glodok, Sabtu (3/3/2018). (Foto: Baskoro Dien/Kabare.id)


Perayaan Cap Go Meh di Bogor juga berlangsung meriah, Jumat (2/3). Acara dikemas dalam bentuk kirab budaya nusantara dan dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Zulkifli menilai Festival Cap Go Meh 2018 menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki toleransi yang tinggi dengan ragam budaya yang ditampilkan di festival jadi cerminan indahnya kebersamaan.

"Inilah Indonesia. Indonesia adalah masyarakat yang toleran, bangsa yang ramah, bangsa yang saling menghormati dan menghargai. Saling mencintai satu sama lain walau beda," kata Zulkifli dalam sambutannya pada Jumat (2/3).

Usai sambutan, Zulkifli secara resmi membuka Bogor Festival Cap Go Meh 2018 yang ditandai pemukulan bedug. Dalam pembukaan kegiatan tahunan ini, juga diawali dengan pembacaan doa bersama lewat enam orang perwakilan pemuka agama di Indonesia.

Festival dengan tema 'Ajang Budaya Pemersatu Bangsa' ini menampilkan berbagai bentuk kesenian dan budaya yang unik dan atraktif dari seluruh Indonesia. (bas)

Dari berbagai sumber

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post