Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Toko Pandai Bantu Toko Tradisional Berdaya Saing di Era Digital

(Ki-Ka): moderator; Director of Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang; CFO Unilever Indonesia, Yudhistira Tevilyan; dan Presiden Direktur Toko Pandai Nusantara, Reza v. Maspaitela. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Sebuah kabar gembira. Toko Pandai adalah perusahaan start up yang didirikan untuk mendigitalisasi proses bisnis toko tradisional di seluruh nusantara, guna meningkatkan daya saing, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian nasional.

JAKARTA-KABARE.ID: Toko Pandai, sebuah platform digital pengelolaan rantai suplai (suply chain) memperkenalkan layanan bisnisnya kepada komunitas bisnis di Indonesia dalam acara bertajuk "Digitalizing Small-Medium General Trade Shop to Develop a Sound Ecosystem in Creating Cashless Transactions" yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Hadir mewakili pemerintah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti; serta Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel A. Pangerapan. Keduanya sebagai pembicara kunci. Hadir pula, mitra sekaligus pembicara, Director of Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang dan CFO of Unilever Indonesia Yudhistira Tevilyan. Sedangkan di antara tamu / undangan dari kalangan dunia usaha hadir sejumlah president director, finance director, sales and marketing director, serta manajer di divisi keuangan berbagai perusahaan terkemuka.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Saat memberikan sambutan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti memberikan apresiasi terhadap hadirnya Toko Pandai, seiring dengan konsen pemerintah dalam meningkatkan usaha UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) berbasis ekonomi digital, sesuai amanat Presiden Joko Widodo.

Presiden Direktur Toko Pandai Nusantara, Reza V. Maspaitella mengatakan, dewasa ini salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan-perusahaan adalah bagaimana menjaga ekosistem rantai suplai yang sehat. "Dengan ekosistem sehat akan mendorong bisnis untuk lebih fokus kepada strategi pengembangan usaha bagi pertumbuhan pendapatan dan lainnya," ujar Reza.

(Ki-Ka): COO Toko Pandai Nusantara, Budi Taruno; Director of Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang; CFO Unilever Indonesia, Yudhistira Tevilyan; dan Presiden Direktur Toko Pandai Nusantara, Reza V. Maspaitella. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Ia menegaskan, Toko Pandai akan membantu perusahaan-perusahaan untuk mengelola jalur-jalur distribusi transaksi produk dan pembayaran yang terkoneksi langsung ke platform digital, sehingga tercipta ekosistem transaksi tanpa uang tunai.

Hal ini dikatakannya, dapat meningkatkan kemampuan toko tradisional untuk dapat bertahan dan tumbuh di tengah perkembangan era digital, sehingga dapat tetap bersaing dengan usaha-usaha dagang modern lainnya seperti minimarket, supermarket, hypermarket dan e-commerce sekalipun.

"Toko Pandai hadir untuk membantu bisnis, baik perusahaan, maupun toko tradisional untuk tumbuh menjadi lebih kompeten, efektif dan efesien dalam tata kelola perusahaan,  dan produktif dalam menciptakan ekosistem yang sehat," ucap Reza.

Perkenalkan layanan bisnis Toko Pandai dihadiri sejumlah president director, finance director, sales and marketing director, serta manajer di divisi keuangan berbagai perusahaan terkemuka. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Menurut Reza, Bank Indonesia (BI) telah memasukkan Toko Pandai sebagai perusahaan start-up pertama yang masuk dalam daftar program ruang uji cobanya karena telah memenuhi delapan persyaratan yang ditetapkan oleh BI. Toko Pandai pun telah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai penyedia sistem elektronik.

Saat ini, Toko Pandai telah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk membangun ekosistem layanan terpadu bagi para toko tradisional dengan beragam produk keuangan seperti rekening tabungan, pembiayaan kredit usaha, serta dukungan layanan keuangan lainnya.

Kolaborasi Toko Pandai dengan Unilever Indonesia membuktikan bahwa solusi platform Toko Pandai telah membantu Unilever Indonesia untuk mengelola rantai suplai-nya dengan lebih produktif, lebih efesien, dan efektif, sehingga membantu pengelolaan keuangan dan bermanfaat bagi para distributor dan toko tradisional.

Di tengah kepungan minimarket dan sejenisnya, toko tradisional masih dicintai masyarakat. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Menjawab pertanyaan peserta, apa bedanya platform Toko Pandai ini dengan Alibaba di China, Reza menandaskan bahwa dari niatnya saja sudah berbeda. Jika yang terjadi di China itu menguasai pasar, niat Toko Pandai adalah membangun kekuatan ritel tradisional untuk tetap mampu bersaing. "Membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong seperti yang diajararkan oleh kearifan budaya lokal kita," tandasnya.  (bas/ysh)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post