Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Tim Robot ITS Raih 14 Penghargaan di Korea

Tim Robot ITS meraih 14 penghargaan di kejuaraan robot internasional di Korea Selatan. (Foto: ITS)

Tim Robot ITS membawa pulang 14 penghargaan dalam ajang kontes robot internasional yang digelar di Korea Selatan.

JAKARTA – KABARE.ID: Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih 14 penghargaan dalam ajang Internasional FIRA Roboworld Cup 2019 di Changwon, Korea Selatan yang berakhir, Jumat (16/8).

ITS mengirimkan tiga tim robotnya yaitu robot terbang Bayucaraka, robot soccer beroda Iris, dan robot soccer humanoid Ichiro. Ichiro dan Iris masing-masing berhasil meraih 12 dan 2 penghargaan. Sementara Bayucaraka pulang dengan tangan kosong.

Penghargaan dari Tim Ichiro meliputi Juara 1 pada kategori Weightlifting Humanoid Robot, Penalty Kick Humanoid Robot, Sprint Humanoid Robot Adult Size, Obstacle Run Humanoid Robot Adult Size, Sprint Humanoid Robot KidSize, dan Mini DRC Humanoid Robot KidSize.

Selain itu juga sukses meraih Juara 2 Mini DRC Humanoid Robot Adult Size, Obstacle Run Humanoid Robot KidSize, Marathon Humanoid Robot Soccer Adult Size, dan All Round Humanoid Robot Adult Size. Kemudian Juara 3 Mini DRC Humanoid Robot KidSize dan All Round Humanoid Robot KidSize.

Baca juga: Alumni ITB Ubah Bahan Organik Jadi Material Bangunan

Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya pada kategori marathon. Robot Ichiro gagal karena memiliki ukuran yang paling besar di antara peserta robot lainnya. Ukuran kaki yang begitu kecil menimbulkan kesulitan untuk berjalan pada jalan yang miring.

“Sehingga kestabilan robot tersebut sangat kecil,” kata Pembina Tim Robotika ITS, Muhtadin dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Senin (19/8/19). Ke depannya, Muhtadin mengatakan akan menambahkan sensor pada kaki robot. Sehingga robot Ichiro bisa menyesuaikan dengan medan yang ada.

Sedangkan pada Tim Iris, Muhtadin mengakui sebenarnya robotnya sudah bagus ketika berjalan secara otomatis. Namun ketika pada perlombaan, ternyata sistem jaringan internet atau wi-fi sangatlah padat.

Perangkat yang dimiliki oleh Tim Iris tidak bisa terkoneksi. Sehingga fungsi otomatis tidak bisa berjalan. Hal tersebut menjadikan Tim Iris harus melakukan semuanya secara manual. Walaupun demikian, Tim Iris berhasil meraih dua penghargaan yaitu juara kedua Localization Challenge Robot Soccer dan Passing Challenge Robot Soccer.

Baca juga: Mahasiswa Poli Batam Buat Permainan Edukatif tentang Keluarga

Sementara itu, dosen pembimbing Tim Bayucaraka ITS, Atar Fuady Babgei ST MSc mengakui adanya kendalanya teknis pada robot pesawat terbang milik mereka. Salah satu penyebabnya mengenai kondisi lapangan yang ada.

Pasalnya, kondisi permukaan di arena perlombaan lebih halus jika dibandingkan kondisi permukaan yang biasa dilalui. Hal tersebut menjadikan sensor di pesawatnya kurang tepat. “Jadi ketika pesawat sedang terbang menjadi kehilangan keseimbangan,” kata Atar.

Ia mengungkapkan, hal ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi timnya. “Ke depannya akan ada evaluasi untuk mempersiapkan kompetisi nasional yang akan segera kita ikuti dalam waktu dekat,” ungkapnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post