Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Tiga Usulan Khofifah untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjawab wartawan usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jabat, Selasa (9/7) sore. (Foto: Agung/Humas Setkab)

Tiga usulan itu adalah transportasi publik untuk konektivitas antar daerah; percepatan pembangunan Wilayah Bromo, Tengger, dan Semeru; dan masalah pelayaran (the cruise) di wilayah Probolinggo.

BOGOR-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas tentang Percepatan Pembangunan Jawa Timur, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7) siang.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa diberi kesempatan menyampaikan tiga usulan proyek untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur (Jatim).

Khofifah menyebutkan, tiga proyek prioritas Jatim yaitu transportasi publik untuk konektivitas antar daerah; percepatan pembangunan Wilayah Bromo, Tengger, dan Semeru (BTS); dan masalah pelayaran (the cruise) di wilayah Probolinggo.

Khofifah menjelaskan, pihaknya menyiapkan opsi publik transportasi yang bisa memudahkan koneksitas di antara seluruh wilayah yang masuk Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan Lamongan) meskipun agak terlambat.

“Sekarang baru akan dibangun Surabaya Eastern Ring Road (SERR). Kita berharap bahwa selain SERR itu bisa dibangun maka koneksitas di antara satu kabupaten/kota dilingkungan ring 1 industri Jawa Timur itu akan disiapkan tambahan publik transportasi, termasuk di dalamnya adalah LRT (Light Rail Transit). Kemudian kita juga ingin menambahkan intesitas kereta komuter,” kata Khofifah.

Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Kembali Bersatu Membangun Bangsa

Yang kedua, Khofifah berharap akan ada percepatan pembangunan di wilayah Bromo, Tengger, Semeru, yang dulu sudah masuk PSN.

“Kita kan punya wilayah selingkar Wilis, wilayah selingkar Ijen, juga wilayah BTS, Bromo, Tengger, Semeru. Kita berharap kalau (sekarang) untuk orang melihat sunset atau sunrise itu jam 2 dini hari orang harus ke atas dan sangat kecil akses jalan untuk bisa keatas. Kita berharap misalnya ada cable car di situ,” terang Khofifah.

Gubernur Jatim meyakini, kalau sudah disiapkan opsi-opsi tambahan yang bisa memudahkan akses bagi wisatawan untuk bisa ke Bromo  sekaligus ke Tengger, maka wilayah ini akan menjadi destinasi yang akan menggairahkan pariwisata di Jawa Timur.

Baca juga: Presiden Jokowi Dapat Nomor Punggung 10 dari Presiden Argentina

Kemudian yang ketiga, The Cruise, menurut Gubernur Jatim, Pemerintah Provinsi ingin Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo dibantu oleh Pelindo III yang punya pelabuhan kecil di sekitar itu.

“Jadi kita ingin itu lebih luas dan lebih dalam lagi. Itu untuk BTS akan nyambung. Karena kalau sudah the cruise masuk di Probolinggo dia akan juga masuk ke Kalianget untuk akses Sumenep. Di Kalianget itu ada Gili Labek yang nggak kalah indahnya dengan Raja Ampat. Prototype lautnya snorkelingnya itu nggak kalah lah dengan Raja Ampat. Kemudian disana ada Gili Iyang yang oksigennya terbaik di dunia kedua,” terang Khofifah.

Menurut Gubernur Jatim itu, proses untuk memberikan penyiapan skill leverage dari bulan Maret lalu juga sudah berjalan. Karena itu dirinya berharap ini akan memberikan multiplier efek yang luas; tidak hanya untuk PDRB Jawa Timur tapi juga akan memberikan support pada PDB Nasional.

“Hanya boleh tiga kalau yang tak sampaikan pasti banyak. Saya ingin ada KEK untuk garam, kemudian kita berharap bahwa elektrifikasi masyarakat Jawa Timur itu bisa lebih dipercepat gitu,” ucap Khofifah sembari tersenyum. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post