Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Tiba di Manokwari, Kapal Greenpeace Disambut Tari Penjemputan

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior tiba di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, Senin (12/3). (Antara/Monalisa)

Penyambutan semakin meriah saat para kru kapal yang dipimpin Hettie satu persatu turun dari kapal melakukan ritual penyambutan kemudian menari bersama.

MANOKWARI-KABARE.ID: Tari Penjemputan Irian mengiringi proses bersandar Kapal Greenpeace Rainbow Warrior di Pelabuhan Manokwari, Senin (12/3).

Para penari dari komunitas Iriantos menari di atas perahu, sebuah tarian yang sering disuguhkan untuk menyambut tamu yang baru menginjak Tanah Papua setelah perjalanan yang jauh.

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior tiba di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, setelah berlayar selama enam hari dari Tacloban, Filipina.

Rainbow Warrior dinakhodai oleh kapten perempuan bernama Hettie Geenen, dan membawa sekitar 19 awak kapal dari berbagai negara seperti Meksiko, Jerman, Belanda, dan termasuk Indonesia.

Rainbow Warrior akan menjelajahi lautan Indonesia dengan menjadikan Bumi Cendrawasih sebagai pintu masuk utamanya.

"Kami sangat senang berada di Manokwari setelah 6 hari berlayar dari Filipina. Ini merupakan hal yang menyenangkan untuk melihat tanah dan  hutan," kata Kapten Hettie.

Menjaga Hutan Papua

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior tiba di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, Senin (12/3). (Antara/Monalisa)


Kapten Hettie mengungkapkan, dirinya telah beberapa kali berada di Hutan Amazon, Bazil dengan kapal-kapal Greenpeace. Menurutnya di bagian tengah hutan itu banyak sekali deforestasi yang benar-benar menyedihkan.

"Dari laut, kelihatan sangat hijau dan segar tetapi saya tahu ada fakta kebalikannya. Saya juga belajar bahwa deforestasi Indonesia lebih parah dari di Brazil. Ini harus diselamatkan. Karena ini adalah masa depan kita," kata Hettie.

Hettie mengungkapkan, sebelum menjadi kapten kapal, ia adalah seorang pengusaha mebel. "Maka saya tidak mau lagi pakai perabot kayu dari hutan alami," katanya.

Pelayaran Rainbow Warrior kali ini mengusung tema tur "Jelajah Harmoni Nusantara" yang bertujuan untuk menggali inspirasi dan menggaungkan aksi nyata penyelamatan lingkungan oleh masyarakat dalam mengembalikan keseimbangan di alam Nusantara.

Rainbow Warrior akan melanjutkan perjalanan ke Sorong dan Raja Ampat lalu ke Bali, ke Jakarta, dan perairan Laut Jawa selama seminggu untuk melakukan aktivitas dokumentasi lingkungan. Setelah itu, Rainbow Warrior akan meneruskan penjelajahannya ke ke Thailand. (*)


Sumber: Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post