Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

The Kaldera Nomadic Escape Sasar Wisatawan Zaman Now

The Kaldera Toba Nomadic Escape merupakan proyek perintis yang diharapakan menjadi barometer pengembangan Nomadic Tourism di Indonesia. (dok. Kemenpar RI)

The Kaldera adalah destinasi wisata baru di Toba Samosir yang menerapkan konsep nomadic tourism. Segmen utama wisatawannya adalah para nomad, milenial, dan wisatawan keluarga.

TOBA SAMOSIR-KABARE.ID: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa konsep nomadic tourism adalah solusi sementara untuk selamanya. Hal itu lantaran konsep nomadic tourism menjadi solusi yang murah, mudah, dan cepat. Serta solusi yang ramah milenial, berkelanjutan, dan ramah kaum pengembara zaman now.

“Solusi nomadic ini jadi jawaban untuk mengakselerasi pengembangan 10 Bali Baru. Telah di-kick-off pengembangannya di Borobudur, Bajo, dan sekarang di Toba,” kata Menpar Arief Yahya saat meresmikan The Kaldera Nomadic Escape di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (4/4/2019).

The Kaldera sendiri, kata Arief Yahya, merupakan sebuah proyek perintisan wisata nomadik yang diharapkan menjadi barometer pengembangan nomadic tourism di kawasan regional. Fasilitas yang ada di The Kaldera sendiri adalah amenitas berupa 15 bell tent, 2 cabin, 2 tenda bubble, dan area parkir untuk campervan/caravan. Fasilitas lain yang ada di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, hingga Kaldera Hil.

Salah satu tenda di The Kaldera di Toba Samosir. (dok. Kemenpar RI)


Untuk konsep nomadic akses, wisatawan juga bisa menikmati Helitour keliling Geopark Toba dan destinasi lainnya. Wisatawan juga bisa menikmati hub untuk overland tour keliling Danau Toba, geopark tour, hingga coffee trail tour. “Segmen utama wisatawan adalah para nomad, milenial, dan family. Selain wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara (wisman) yang menjadi target adalah wisman dari Malaysia, Singapura, dan Eropa,” kata Menpar.

Sementara dari sisi lokasi, The Kaldera sangat strategis, hanya 20 menit dari Parapat, dan sekitar 1 jam 30 menit dari Balige. The Kaldera juga berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara Silangit, dan hanya 10 menit dari Bandara Sibisa.

“Ini sangat mudah dicapai, terlebih maskapai berbiaya murah AirAsia juga akan terbang langsung dari Kuala Lumpur ke Silangit. Dengan tiket seharga Rp200 ribuan wisatawan dari Malaysia bisa berkunjung ke Danau Toba,” tandas Menpar. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post