Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Tempe Produk Indonesia yang Mendunia

Ilustrasi: Tempe. (Wkipedia)

Tempe ternyata jauh dari kata ndeso. Makanan yang berasal dari biji kedelai ini cukup digemari oleh negara lain, bahkan dijuluki sebagai ”magic food”, alias makanan ajaib.

JAKARTA-KABARE.ID: Salah satu orang yang berperan dalam membawa tempe menembus dunia adalah Rustono, pengusaha tempe yang sukses di Jepang. Makanan khas Indonesia yang dilabeli merek Rusto’s tempe itu juga sudah menembus pasar dunia, seperti Meksiko, Korea, Brasil, Polandia, dan Hongaria.

Bahkan, tempe buatan Rustono ini juga dipakai dalam menu penerbangan maskapai Garuda Indonesia rute Osaka-Denpasar. Harganya cukup fantastis, sekitar 350 yen atau Rp40 ribu per 250 gram.

"Tempe itu sudah diproduksi di mana mana, di Australia, Asia Pacific, bahkan Amerika dan Eropa. Nilai jualnya tinggi, dan yang terpenting ini semakin mengangkat nama Indonesia yang merupakan asal tempe," ujar Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata, Vita Datau Messakh, dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Rabu (28/11/2018).

Vita menambahkan, tempe yang dijual Rustono juga dijadikan kreasi oleh para koki di restoran dan hotel internasional. Para koki ini telah mengolah tempe menjadi lebih dari 60 menu tempe berbeda, seperti teriyaki tempe, sandwich tempe, tempe rumput laut, ataupun dicampur dengan salad.

Selain Rustono, ada juga Ana Larderet, perempuan asal Perancis yang kepincut dengan nikmatnya tempe. Tempe buatannya juga terkenal di Perancis.

Pertalian Ana dengan tempe berawal ketika ia kuliah satu tahun di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selama itu ia mengaku jatuh cinta dengan tempe yang menjadi makanan sehari-harinya.

Di Australia, ada juga warga lokal, Amita Buissink, yang jatuh cinta kepada tempe. Ia bahkan memproklamirkan diri sebagai duta tempe. Tak hanya memproduksi tempe di Margaret River Tempeh, Australia Barat, tetapi Amita juga menularkan ilmu fermentasi tempe kepada anak-anak sekolah.

"Harga jual tempe di Australia delapan kali lebih tinggi daripada di Indonesia. Sedangkan di Perancis, tempe buatan Ana dibandrol harga sekitar 4 euro-8 euro, tetapi peminatnya tetap banyak. Ini menandakan tempe dapat menjadi duta kuliner Indonesia," tandas Vita.

Terpisah Menteri Pariwisata mengatakan, cara paling cepat, paling efektif, dan paling halus untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global adalah melalui diplomasi sosial-ekonomi, salah satunya adalah melalui kuliner.

"Tempe dapat menjadi salah satu nasional food yang mengangkat nama Indonesia karena namanya sudah mendunia dan digemari warga negara asing," ujar Menpar.

Menteri asal Banyuwangi ini menambahkan, tingginya minat warga asing terhadap tempe juga merupakan peluang untuk menarik wisatawan ke Indonesia. Salah satunya dengan membuka kelas untuk belajar memproduksi tempe.

Misalnya di Rumah Tempe Indonesia di Bogor, yang kerap didatangi wisatawan mancanegara untuk menimba ilmu membuat tempe.

"Tempe begitu digandrungi di tingkat dunia, ini menjadi peluang bagus mengangkat nasional brand sekaligus menarik wisatawan berkunjung ke Indonesia. Saya bangga sebagai bangsa tempe. Salam tempe," pungkas Arief Yahya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post