Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Teluk Wondama Belum Siap Laksanakan Kebijakan “New Normal”

Ilustrasi: Ayobandung.com

Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama mengaku belum siap melaksanakan kebijakan “New Normal”.

WONDAMA – KABARE.ID: Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama mengaku belum siap melaksanakan kebijakan “New Normal” dalam rangka membuka semua akses sosial yang selama ini dibatasi atau ditutup untuk menekan angka penyebaran virus Corona COVID-19.

Juru bicara gugus tugas penanganan pencegahan COVID-19 Kabupaten Teluk Wondama, dr Yoce,Sp.S saat menyampaikan keterangan persnya kepada awak media melalui zoom metting, Senin (1/6/2020) menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa melaksanakan New Normal.

Disebutkan dr Yoce,ada lima Kabupaten di Papua Barat yang dirilis gugus tugas nasional memenuhi kriteria wilayah zona hijau yaitu, Kaimana, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw dan Pegunungan Arfak.

Sedangkan 8 Kabupaten/ Kota yang masuk kategori zona merah yaitu, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Manokwari, Manokwari Selatan, Fakfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama belum bisa melaksanakan masa New Normal.

“Dari lima daerah yang dikategorikan zona hijau dari gugus tugas nasional dan akan mempersiapkan ijin New Normal, Teluk Wondama belum termasuk, jadi kami juga belum siap,” ucap dr Yoce.

Sebelumnya dr Yoce menjelaskan bahwa ada tiga pasien poisitif terpapar COVID-19 di Kabupaten Teluk Wondama dan sedang menjalani perawatan pada RSUD setempat.

“Tiga pasien ini pada saat terpapar COVID-19 dari kategori OTG tetapi setelah dalam perkembangannya, ternyata satu masih tetap dengan pasien positif tanpa gejala dengan dua orang terpapar corona positif ringan, ketiga orang ini masih sehat-sehat sedang diisolasi,” tambah dr Yoce.

Sedangkan Jubir Gustu COVID-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan, pihaknya akan meninjau kembali lima daerah yang dikategorikan sebagai zona hijau dan memungkinkan untuk melaksanakan New Normal.

“Akan ditinjau kembali lima daerah yang menurut gugus tugas nasional berada di zona hijau, karena mungkin terlambat kirim data,” tutur dr Arnold Tiniap. (*)

 

Sumber: teropongnews.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post