Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tegal Angkat Persoalan Hoax di PTN 2018

Teater Akar menampilkan adegan para karlak memunguti ikan saat ABK menurunkan ikan dari kapal di PTN 2018, di GBB, TIM, Kamis (11/10/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Hoax berujung malapetaka. Itulah yang ingin disampaikan oleh Teater Akar, Tegal dalam Pekan Teater Nasional 2018 yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 7-14 Oktober 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Tampil pada Kamis (11/10), Teater Akar membawakan cerita berjudul “Karlak”, sebuah pertunjukan dengan latar belakang nelayan yang sarat dengan pesan moral.

Judul pementasan ini diambil dari profesi karlak, seorang yang kerjanya memunguti ikan saat anak buah kapal (ABK) memindahkan ikan dari kapal ke dermaga untuk didistribusikan kepada para penjual.

Ikan-ikan yang diambil oleh para karlak ini kebanyakan adalah ikan-ikan kecil yang tidak sengaja jatuh, sehingga para ABK tidak terlalu merisaukan banyaknya karlak di wilayah kerja mereka.

Awalnya cerita berjalan normal layaknya kehidupan masyarakat pesisir pantai, ada transaksi jual beli ikan, warung kopi untuk melepas penat, hingga biduan dangdut keliling yang memberikan hiburan bagi para ABK, nelayan, juga bagi para penonton.

Teater Akar menampilkan adegan rutinitas kehidupan masyarakat di pesisir pantai di PTN 2018, di GBB, TIM, Kamis (11/10/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Rutinitas biasa itu kemudian berubah saat Waridi, seorang karlak yang bosan hidup susah menyusun siasat untuk mencuri ikan dari salah satu juragan ikan terkaya di sana. Bukan hanya itu, Waridi juga menyebarkan berita bohong tentang pesugihan yang dilakukan si juragan agar mendapatkan banyak ikan.

Berita bohong itu kemudian disebarkan oleh Waridi untuk menghasut para pedagang ikan agar tidak lagi membeli ikan yang berasal dari juragan. Hal ini dimanfaatkan Waridi, yang sebelumnya mencuri dari juragan untuk kemudian menjual ikan-ikannya kepada para pedagang ikan.

Menyadari ikan-ikannya menghilang dan pemasukannya berkurang, juragan kemudian mencari tahu apa yang terjadi. Ia pun mendengar gosip pesugihan yang dilakukannya dari masyarakat sekitar. Juragan kemudian mencari tahu siapa yang menyebarkan berita bohong itu, dan diketahuilah pelakunya adalah Waridi.

Teater Akar saat menampilkan adegan juragan ikan yang curiga ikan-ikannya mulai menghilang di PTN 2018, di GBB, TIM, Kamis (11/10/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Waridi kemudian diarak oleh warga untuk dihakimi. Namun di tengah penghakiman tersebut, istri Waridi kemudian melindunginya sehingga harus menjemput ajal. Melihat istrinya menjadi korban, Waridi hanya bisa berteriak untuk menyesali perbuatannya.

Bertindak sebagai sutradara adalah Agil Yovan Firmansyah. Sementara Agung Prasetyo Nugroho, Mohamad Yusup, Afiatul Khusni, Istirokha Siyam Fitri, dan Siti Mukaromah, bertugas sebagai pemain. Mereka juga dibantu Alin Ambarwati (penulis naskah), M. Ilham Maulana (penata lampu), dan Inggit Subhan Prasetyo sebagai pimpinan produksi.

Selain Teater Akar, beberapa kelompok teater yang sudah dan akan tampil di PTN 2018 antara lain: Komunitas Berkat Yakin, Lampung dan Teater Language, Sumenep-Madura (7 Oktober), Sandiwara Petta Puang, Makassar dan Teater Sakata, Padangpanjang (8 Oktober), Teater Ghanta, Jakarta dan Komunitas Polelea, Sigi-Sulawesi Tengah (9 Oktober).

Kemudian Teater Selembayung, Pekanbaru dan Teater Bel, Bandung (10 Oktober), Teater Yupa, Samarinda (11 Oktober), Teater Sirat, Surakarta dan Teater Akar Pohon, Mataram (12 Oktober), Teater Rumah Mata, Medan dan Nara Teater, Lewolema, Flores Timur (13 Oktober), Teater Tobong, Surabaya dan Kala Teater, Makassar (14 Oktober 2018). (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post