Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Teater Bel Angkat Kejahatan Siber di PTN 2018

Teater Bel menyampaikan pesan bijak bermedia sosial di PTN 2018. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Adegan dibuka dengan kondisi seorang perempuan terancam dengan sebuah belati melilit di leher. Si perempuan mencoba meminta maaf untuk kesalahannya, tetapi si pelaku tetap melancarkan aksinya.

JAKARTA-KABARE.ID: Salah satu kelompok teater tertua di Indonesia, Teater Bel, ikut memeriahkan Pekan Teater Nasional (PTN) 2018 yang diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, mulai 7-14 Oktober 2018.

Tampil pada Rabu (10/10), teater yang didirikan di Bandung pada 22 Desember tahun 1973 ini menampilkan karya berjudul “Halo?!”, sebuah pertunjukan tentang pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial.

Dalam pementasan kali ini, digambarkan seorang perempuan menyesal lantaran ‘gatel’ telah mencantumkan data pribadinya di media sosial. Hal ini dimanfaatkan oleh penjahat yang mengetahui, alamat, nomor telepon, hingga foto-foto pribadinya dari media sosial. Atas ‘kegatelannya’ itu, si perempuan harus meregang nyawa.  

Pertunjukan berhasil memukau penonton. Bahkan ketika pertunjukan belum sepenuhnya ditutup, beberapa penonton sudah bertepuk tangan. Hal ini karena Teater Bel mampu membungkus ruang waktu (setting), benda-benda (object-property), bunyi-bunyian (sound), dan cahaya (lighting) menjadi satu-kesatuan yang saling mendukung.

Pertunjukan juga didukung teknologi modern dengan menempatkan layar besar yang digunakan oleh para pemain untuk menampilkan kalimat yang diketik ketika sedang bermedia sosial. Penampilan live music dan penataan cahaya juga mendukung adegan dramatis.

Teater Bel menyampaikan pesan bijak bermedia sosial di PTN 2018. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Banyak pesan yang disampaikan melalui pemetasan kali ini, mulai dari pentingnya sistem registrasi kartu prabayar untuk menghindari tindak kejahatan, hingga kita sebagai manusia dituntut untuk bijak dalam bermedia sosial.

Bertindak sebagai sutradara adalah Agus Safari, sementara Ria Ellysa Mifelsa, Indra Jatnika, Akhmad Abdul Rozaq, dan Harits Aliansyah Pratama, bertugas sebagai pemain. Mereka dibantu oleh Agustina Kusuma Dewi (riset dan naskah), Adinda Luthvianti (dramaturg), Dasep Sumarjani (penata artistik), Syamsul Rizal (stage manager).

Ada juga Yadi Mulyadi (penata lampu), Deden ‘Bulenk’ Tresnawan (penata musik), Dody, Agung, dan Valent sebagai pemusik, Adi Surahman dan Muammar Mochtar di bagian multimedia & SFX, serta Syariah Iryani di bagian tata rias.

Selain Teater Bel, beberapa kelompok teater yang sudah dan akan tampil di PTN 2018 antara lain: Komunitas Berkat Yakin, Lampung dan Teater Language, Sumenep-Madura (7 Oktober), Sandiwara Petta Puang, Makassar dan Teater Sakata, Padangpanjang (8 Oktober), Teater Ghanta, Jakarta dan Komunitas Polelea, Sigi-Sulawesi Tengah (9 Oktober).

Kemudian Teater Selembayung, Pekanbaru (10 Oktober), Teater Akar, Tegal dan Teater Yupa, Samarinda (11 Oktober), Teater Sirat, Surakarta dan Akarpohon, Mataram (12 Oktober), Teater Rumahmata, Medan dan Nara Teater, Lewolema, Flores Timur (13 Oktober), Teater Tobong, Surabaya dan Kala Teater, Makassar (14 Oktober 2018). (bas)

 

*Tulisan ini pernah direvisi pada 12 Oktober 2018

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post