Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Tari Tradisional Hingga Kuliner Nusantara Meriahkan Pameran Pariwisata di Norwegia

Ilustrasi: Tari tradisional masyarakat Papua. (Foto: Pixabay)

Tarian tradisional hingga produk dan kuliner Indonesia melengkapi materi anjungan yang seakan menjadi ‘magnet' pameran pariwisata Reiselivsmessen, di Telenor Arena Oslo, Norwegia.

NORWEGIA-KABARE.ID: Dinginnya musim salju mencapai minus 9 derajat celcius tidak menyurutkan mesin diplomasi ekonomi dan sosial budaya KBRI Oslo untuk berpartisipasi dalam salah satu pameran wisata terbesar di wilayah Nordik, Reiselivsmessen, yang digelar selama tiga hari, mulai tanggal 11 sampai dengan 13 Januari 2018, di Telenor Arena Oslo.

Pada pembukaan anjungan, Dubes RI Oslo, Todung Mulya Lubis, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan agar Indonesia tetap eksis dalam radar destinasi wisata unggulan bagi warga Norwegia.

PF Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Oslo, Nina Evayanti menjelaskan bahwa pada pameran kali ini, KBRI Oslo bekerja sama dengan beberapa Travel Agent yang berada di Oslo, untuk mengisi dan menyebarluaskan informasi mengenai destinasi wisata prioritas yang ditetapkan Pemerintah RI, antara lain Borobudur, Bromo, Labuan Bajo, Danau Toba, Morotai, Kepulauan Seribu dan Wakatobi.

Selain itu, objek wisata lainnya yang telah banyak dikenal, seperti Bali, Lombok, Raja Ampat, Pulau Komodo dan Yogyakarta, serta destinasi wisata menarik lainnya juga menjadi andalan untuk menggaet wisman potensial Norwegia.

Tarian tradisional Cendrawasih, Renggong Manis, Manuk Rawa, Sekar Jagat dan Pakarena, yang disuguhkan diaspora Indonesia di Oslo (Krama Bali, Tim Tari Anak Indonesia dan Nina Elang) selama pameran juga telah memukau pengunjung.

Promosi produk dan kuliner Indonesia yang didukung oleh Scanesia (Importir Produk-Produk Indonesia di Norwegia) bersama-sama warga masyarakat Indonesia di Oslo semakin melengkapi materi anjungan yang seakan menjadi ‘magnet' pameran.

PF Ekonomi II KBRI Oslo, Eftariyadi Badri, menambahkan bahwa panorama keindahan alam, keragaman seni budaya disertai keramahtamahan, dan kemajuan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di tanah air terbukti semakin meningkatkan ekspektasi dan mendorong minat calon-calon wisman Norwegia untuk menghabiskan masa liburannya di Indonesia.

Warga Norwegia yang rata-rata berpendapatan tinggi (salah satu GDP tertinggi di dunia: sekitar USD78 ribu/2017)  memiliki tradisi berlibur ke luar negeri setiap tahunnya.

Pada tiap musim panas, lebih dari 60% masyarakat Norwegia berwisata ke luar negeri. Wisman Norwegia juga melakukan spending di atas rata-rata wisman asal negara Eropa lainnya, yaitu rata-rata 1 wisman Norwegia membelanjakan sekitar USD 4.300 per 1 kali perjalanan, yang 90%-nya dihabiskan untuk kuliner, akomodasi dan tiket masuk pertunjukan/atraksi. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post