Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
Wisata_Kuliner

Tari Kecak Kolosal Hingga Pameran Seni Meriahkan Berawa Beach Art Festival 2018

Ilustrasi: Tari Kecak kolosal. (Pixabay)

Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung akan menggelar Berawa Beach Art Festival di kawasan Pantai Berawa, Bali pada 22-25 Februari 2018.

DENPASAR-KABARE.ID: Mengusung tema ‘Pasisi lango’ (Gate of Transition) festival seni dan budaya Berawa Beach Art Festival 2018 akan dimeriahkan tari kecak kolosal 5.555, pameran seni visual dan patung, pertunjukan wayang inovatif, lokakarya seni lukis, topeng, parade budaya, musik kolaborasi dan kuliner tradisional.

“Kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian budaya Bali, khususnya yang berada di kawasan Pantai Berawa,” kata Kepala Desa Tibubeneng Made Kamajaya di badung, Bali, Senin (19/2/2018).

Kamajaya mengatakan, kegiatan ini juga diselenggarakan untuk memberdayakan warga di tengah bergeliatnya sektor pariwisata, terlebih Pantai Berawa semakai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Festival tersebut diyakini Kamajaya akan spektakuler karena ada tari kecak kolosal yang ditarikan oleh 5.555 penari gabungan dari perwakilan siswa SMK dan beberapa SMA di Kabupaten Badung. “Keunikan tari kecak itu yakni tidak hanya menampilkan peserta laki-laki, akan tetapi juga melibatkan peserta perempuan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam ajang tersebut warga Tibubeneng akan menghadirkan ‘Sea Food Festival’ yang menghadirkan berbagai olahan laut dengan sensasi bumbu ala Bali. Setiap banjar (dusun) dari 13 banjar akan menghadirkan anjungan sajian mereka masing-masing.

Pantai Berawa. (1001wisata.com)

 

Berawa Beach Art Festival 2018 juga akan menggelar kompetisi patung pasir, kompetisi tari hingga lomba mancing. Khusus program seni rupa akan menghadirkan karya ‘Site-art Project’ meliputi seni lukis, patung, art installation, video art, performance art yang merespon ruangan dalam (indoor) dan luar (outdoor).

Pameran seni rupa ini akan diikuti oleh puluhan perupa yang berasal dari Bali, Yogyakarta, Bandung dan Batu, Jawa Timur, antara lain, Ichwan Noor, Teguh Priyono, Hedi Heriyanto, Putu Sutawijaya, Putu Adi Gunawan, Nyoman Adiyana, Ismanto Wahyudi, Ketut Putrayasa, Agung Mangu Putra, Made Bhudiana, Chusin Setyadikara dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pameran ini akan dikuratori oleh kurator nasional Rizki A. Zaelany, bersama tim Gurat Institute yakni I Wayan Seriyoga Parta dan I Made Susanta Dwitanaya. Serta Dewa Gede Purwita dan Ketut Putrayasa sebagai direktur artistik di bidang seni rupa. Sedangkan untuk seni pertunjukan yakni Tilem Pastika dan Adi Santika. (*)

 

Sumber: Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post