Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Tana Toraja Tersohor Hingga ke Pelosok Dunia Karena Kekayaan Budayanya

Dokumentasi Foto: Pesona Indonesia, Kemenparekraf RI

Suku Toraja masih menjaga tradisi leluhur berusia ratusan tahun yang berakar dari budaya Austronesia. Berkat itu Tana Toraja tersohor hingga ke penjuru dunia karena kekayaan budayanya yang memukau.

TORAJA – KABARE.ID: Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan ibu kota kabupaten bernama Makale. Kabupaten ini tersohor hingga ke penjuru dunia berkat keindahan alam dan tradisi budayanya. Topografinya sebagian besar relatif bergelombang dan berbukit, menjadi daya tarik utama Tana Toraja.

Untuk menuju Tana Toraja dari Kota Makassar dapat ditempuh dengan jalur darat maupun jalur udara. Jalur darat umumnya dapat memakan waktu sekitar 8 – 9 jam perjalanan menggunakan bus atau mobil pribadi. Sedangkan jalur udara hanya memakan waktu 45 menit.

Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan di kawasan ini masih mempertahankan gaya hidup Austronesia yang mirip dengan budaya Nias di Sumatera Utara. Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani dengan komoditi andalan berupa sayur-sayuran, kopi, cengkeh, cokelat dan vanili.

Hingga kini, masyarakat Toraja masih mempertahankan kepercayaan dan tradisi siklus kehidupan yang kekal, salah satunya adalah pesta pernikahan Rambu Tuka dan juga upacara kematian Rambu Solo.

Dikutip dari keterangan resmi Kemenparekraf, Selasa (26/11/2019), untuk menjaga kekuatan tanah dan rakyatnya, masyarakat Toraja percaya bahwa tanah mereka harus dipertahankan melalui ritual untuk merayakan kehidupan dan menghormati yang telah mati. Di Toraja kehidupan secara ketat dipisahkan dari upacara kematian.

Toraja terkenal dengan upacara kematian yang dapat berlangsung selama berhari-hari melibatkan seluruh penduduk desa. Upacara kematian, diadakan setelah musim panen selesai, biasanya antara bulan Juli dan September.

Sementara upacara kehidupan digelar saat musim tanam di bulan Oktober. Saat itu penguburan tidak dilakukan dengan segera tetapi ditunda selama beberapa bulan bahkan kadang bertahun-tahun. Jenazah orang Toraja yang meninggal disimpan di rumah khusus hingga waktu yang tepat dan tersedianya dana.

Jika Anda hendak berkunjung ke Toraja, jangan lewatkan tradisi Ma’nene, yakni tradisi membersihkan dan mengganti baju mayat leluhur Toraja. Selain itu, ada pula tradisi Upacara Rambu Solo, Kete Kesu dengan rumah Tongkonan Toraja, dan kompleks kuburan Toraja, Londa yang berada di sebuah tebing batu Toraja. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post