Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Tak Pakai Masker Saat Pandemi, Pengunjung Pasar Gondangdia Disanksi Bersihkan Fasilitas Umum

Pengunjung yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan diberi hukuman membersihkan fasilitas umum. (Foto: Istimewa)

Pengunjung Pasar Gondangdia yang tidak mengindahkan protokol kesehatan akan langsung ditindak. Pengunjung yang melanggar bisa memilih sanksinya, yaitu menyapu, mengepel, atau membayar uang denda sebesar Rp250 ribu.

JAKARTA - KABARE.ID: Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, kembali dibuka setelah sempat ditutup imbas satu pedagang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Sejumlah pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan pun diberi sanksi menyapu hingga bayar denda uang.

Kepala Pasar Gondangdia Imla Hasanah Daulay menjelaskan, sejak Kamis (18/6/2020) pagi, Pasar Gondangdia telah dibuka. Pasar menerapkan protokol kesehatan baik untuk pengelola maupun pedagang dan pengunjung.

"Dari pagi memang boleh kita tetap beraktivitas kembali, tapi dengan catatan mematuhi protokol kesehatan yang telah kita sampaikan, baik dari spanduk maupun pengeras suara. Minimal 3 jam sekali kita umumkan," kata Imla sebagaimana diberitakan Detik.com.

Imla menyatakan protokol kesehatan wajib dipatuhi di Pasar Gondangdia. Pengunjung yang tidak mengindahkan akan langsung ditindak. Dia menyebut hingga siang setidaknya ada lebih dari 10 orang pengunjung yang disanksi.

"Kita bersinergi dengan Satpol PP. Jadi sudah langsung ada tindakan. Bagi yang tidak pakai masker, kita tarik ke sini, kita data, kena denda berbentuk uang. Dia denda Rp 250 ribu. Terus ada sanksi sosialnya, yaitu membersihkan fasilitas umum, seperti menyapu, ngepel, kita sudah laksanakan dari pagi," jelasnya.

"Kalau nggak salah tadi total sampai siang ini (pengunjung yang disanksi) ada 15-an lah. Dan udah ada yang kena denda Rp 250 ribu dan dia sudah bayar," sambungnya.

Dijelaskan Imla, soal sanksi, pengunjung bisa memilih sanksinya, yaitu menyapu, mengepel, atau membayar uang denda. Dia menyebut banyak yang memilih sanksi nyapu-ngepel, namun ada juga yang memilih bayar uang denda. "Kita bagi masker gratis kalau sudah disanksi," ujarnya. (*)

 

Sumber: Detik.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post