Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Suvi Wahyudianto Juara UOB Southeast Asian Painting of the Year 2018

Suvi Wahyudianto memenangkan UOB Southeast Asian Painting of the Year 2018 untuk "Angs't". (The Straits Times / Benjamin Seetor)

Suvi Wahyudianto menghadirkan karya seni yang menguji pentingnya merangkul perbedaan rasial dan budaya, melalui penggunaan berbagai bahan, termasuk enamel plastik dan resin.

JAKARTA-KABARE.ID: Seniman Indonesia Suvi Wahyudianto (26), meraih penghargaan di UOB Southeast Asian Painting of the Year 2018 untuk lukisannya “Angs't”, yang mengeksplorasi tema empati dan harmoni sosial.

Mengacu pada ketegangan antaretnis di Sampit, di Kalimantan Tengah, pada bulan Februari 2001, Wahyudianto berkata: "Saya ingin berbagi pentingnya empati di bawah kulit kita; kita semua terbuat dari daging yang sama," ujarnya seperti diberitakan The Jakarta Post, Jumat (2/11/2018).

Panel juri mengatakan terkesan oleh kemampuannya untuk membangkitkan rasa empati terhadap komunitas yang terlibat dalam konflik sosial.

Tahun ini, kompetisi UOB memasuki tahun ke-37, dan merupakan salah satu kontes seni terlama. Kontes ini telah meluncurkan karir seniman terkenal, termasuk penerima Medali Budaya Singapura Chua Ek Kay dan Anthony Poon.

Sebelum penghargaan regional diperkenalkan pada tahun 2013, peserta dalam kompetisi UOB Painting of the Year hanya akan bersaing di negara-negara Asia Tenggara masing-masing - Thailand, Malaysia, Indonesia dan Singapura.

Pemenang Singapura tahun ini termasuk Khairulddin Abdul Wahab (28), yang meraih penghargaan UOB Painting of the Year (Singapore) untuk karyanya, Rite Of Passage, yang menggambarkan adegan dari ritual mandi minyak; dan Hu Jingxuan (29), yang memenangkan penghargaan Artis Paling Menjanjikan Tahun Ini (Singapura) untuk karya medianya yang beragam, Encapsulated Time, di mana ia mengeksplorasi ide-ide batas budaya dan konteks sosial yang berkembang.

Lukisan pemenang dari kompetisi akan dipamerkan di Galeri Seni UOB, UOB Plaza 1, di 80 Raffles Place, dari 9 November hingga 28 Februari tahun depan. (tjp/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post