Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Suku Bajo di Wakatobi yang Terkenal Ramah

Anak-anak SUku Bajo Wakatobi berfoto di atas jembatan pelangi. (Foto: Kemenpar)

Wakatobi dikenal sebagai slalah satu destinasi terbaik di Indonesia. Tapi, tahukan kalian kalau Wakatobi memiliki suku asli bernama Bajo?

WAKATOBI-KABARE.ID: Suku Bajo adalah suku yang hidup di tepi lautan. Bahkan, beberapa rumah penduduk berdiri di atas lautan. Populasi Suku Bajo tersebar ke beberapa daerah di Wakatobi dan suku ini terkenal dengan keramahannya.

Salah satu yang bisa ditemui adalah, Suku Bajo di Desa Mola Samaturu. Di desa ini, sebagian besar bangunan rumah warga memang cenderung lebih modern. Tetapi mereka masih mempertahankan budaya mendirikan bangunan di pinggir lautan. Bahkan, banyak pondasi rumah yang berada di areal laut.

Jika sedang berkunjung ke sini, ada dua tempat penting yang sepertinya wajib dikunjungi, yaitu jembatan pelangi dan balai pertemuan yang bentuknya mirip rumah adat. Menurut Dayu, salah satu warga Suku Bajo, rumah ini sudah lama dibangun.

“Rumah besar itu adalah balai pertemuan. Jika ada rapat atau pertemuan adat baru digunakan. Di situ tempat warga berkumpul, tapi tidak tiap saat warga berkumpul, jadi tempat itu tidak selalu ramai,” papar Dayu.

Balai pertemuan yang berdiri di tengah laut. (Foto: Kemepnpar)

 

Di Kampung Mola Samaturu, balai pertemuan adalah bangunan terbesar. Dengan penampilannya, balai tersebut sangat instagramable, yang cocok untuk berfoto.

Selain balai pertemuan, jembatan pelangi juga merupakan tempat menarik lainnya. Menurut Dayu, jembatan ini awalnya menghubungkan antar kampung. “Tapi (kemudian) dihias dan akhirnya menjadi destinasi. Di sini banyak orang berkunjung untuk foto-foto,” jelasnya.

Salah satu momen terbaik di jembatan pelangi adalah menyaksikan matahari terbenam. Kamu bisa menemukan momen indah, berlatar laut, dan hilir kapal nelayan yang melintas. Suasana tersebut ditambah lagi dengan hadirnya anak-anak Suku Bajo yang ramah. Bahkan, mereka siap beratraksi dengan melompat ke laut, termasuk dengan gerakan salto.

Rumah-rumah Suku Bajo yang berdiri di pinggir laut. (Foto: Kemenpar)

 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Ricky Fauzi, memberikan apresiasi atas keramahan Suku Bajo. “Suku ini sangat ramah dan sangat terbuka ke wisatawan. Ini sangat bagus karena wisatawan mancanegara suka keramahan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Senin (19/11/2018).

Dalam keterangan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Wakatobi mampu mempertahankan budaya aslinya. Bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi sebagai atraksi pariwisata.

“Budaya itu semakin dilestarikan semakin menghasilkan, semakin tinggi nilainya. Wakatobi punya budaya yang bagus dan keramahan warga. Hal itu harus dijaga karena bisa dijadikan atraksi dan bisa menarik perhatian wisatawan,” tandas Menpar Arief. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post