Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Strategi Jokowi Agar Harga Komoditas Pertanian Tidak Anjlok Saat Panen

Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan ribuan penyuluh pertanian yang berkumpul di GOR Jatidiri, Karangrejo, Kota Semarang, pada Minggu, 3 Februari 2019. (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa persoalan pola tanam dan keberadaan penyuluh pertanian merupakan faktor yang dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan para petani di Indonesia.

SEMARANG-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa persoalan pola tanam yang kurang diperhatikan oleh para petani sering berimbas pada anjloknya harga komoditas saat panen raya berlangsung.

"Produksi melimpah tapi tidak diatur tata waktunya yang terjadi adalah harga yang anjlok. Hati-hati, pengaturan-pengaturan seperti itu perlu dilakukan," kata Jokowi saat bersilaturahmi dengan ribuan penyuluh pertanian yang berkumpul di GOR Jatidiri, Karangrejo, Kota Semarang, pada Minggu, 3 Februari 2019.

Solusi yang diberikan Jokowi adalah mendorong industri pertanian untuk melakukan hilirisasi produk-produk pertanian. "Hilirisasi produk-produk pertanian ini memang harus dan inilah yang sedang kita siapkan," kata Jokowi.

Baca juga: Pemerintah Berencana Restorasi Benteng Van den Bosch

Untuk itu, katanya, keberadaan para penyuluh pertanian sangat penting untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para petani. Ia mengatakan, salah satu contoh nyatanya adalah produktivitas komoditas jagung yang meningkat, ditandai dengan penurunan angka impor jagung dari 3,6 juta ton pada 2014 menjadi 180 ribu ton pada 2018.

"Saya lihat angkanya (2014) 3,6 juta ton. Tahun kemarin impor jagung kita 180.000 ton. Artinya kita sudah mengurangi hampir 3,4 juta ton impor jagung dari luar negeri. Itu keberhasilan bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian dalam memperbaiki produksi," jelas Presiden. (bpmi/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post