Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Strategi Diversifikasi Ala Gubernur Khofifah, Cokelat Ikan

Ilustrasi: Makanan olahan cokelat. (Pixabay)

Apa jadinya jika kudapan cokelat yang manis digabungkan dengan ikan atau buah mangrove yang diolah menjadi sirup dan es krim?

SURABAYA – KABARE.ID: Itulah strategi diversifikasi yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan nilai tambah pada produksi ikan laut dan ikan tawar sehingga masuk kategori ekonomi kreatif.

Menurut Khofifah, semakin tinggi sentuhan pengolahan dan pengemasan yang inovatif dan kreatif maka nilai tambah produk UMKM akan semakin tinggi dan jangkauan pasarnya juga semakin luas.

“Maka ekonomi kreatif dari makanan dan minuman (mamin) berbahan baku ikan akan semakin variatif produk akhirnya. UKM dan Koperasi terjangkau akses peralatan mesinnya. Akhirnya inovasi berjalan, UMKM berkembang, pendapatan masyarakatpun bertambah,” kata Khofifah usai acara Jatim Fish and Marine Exhibition 2019 serta Pemecahan Rekor MURI Penyajian 11.089 Ekor Bandeng Presto Terbanyak di Parkir Timur Surabaya Plaza, Jum’at (15/11/2019).

Khofifah mengatakan, salah satu contohnya adalah ekstrak ikan tuna yang dijadikan cokelat sehingga anak-anak bisa tertarik mengkonsumsi. Kemudian ekstrak ikan yang dicampur dengan daun kelor yang dikenal mengandung vitamin dan antioksidan tinggi, serta buah mangrove yang diolah menjadi sirup dan es krim.

“Hal ini bisa memperkaya tidak hanya jualan produk tapi saling belajar dari mereka yang sudah cukup advance hilirisasi petik olah kemas jual produksi ikan. Setelah ini baru kita dorong untuk mediasi jejaring pemasarannya,” katanya.

Baca juga: Restoran ini Hadirkan Sensasi Meracik Sendiri Sushi Bagi Para Pengunjungnya

Khofifah lantas menceritakan, beberapa waktu lalu ia bertemu dengan para Konsulat Jenderal (Konjen) RI yang akan bertugas di beberapa negara di Gedung Negara Grahadi. Dari pertemuan tersebut, salah satu Konjen RI yang bertugas di Jeddah, Arab Saudi mengungkapkan bahwa kebutuhan ikan patin saat musim haji baru bisa disupport Jatim sebanyak 10 persen, dan dari Indonesia total 25 persen.

Menurutnya, produksi ikan patin terbesar dan terbaik di Indonesia adalah dari Tulungagung. Namun saat ini petani patin di Tulungagung kewalahan memenuhi permintaan yang sangat besar itu. Ke depan dirinya berharap bisa meningkatkan budidaya patin dari Jatim sehingga bisa mensuplai kebutuhan tidak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri.

“Artinya peran penting Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Jatim untuk mengkomunikasikan dengan kabupaten terdekat seperti Nganjuk, Kediri, Blitar supaya rumpun daerah selatan bisa menjadi penguat budidaya patin untuk memenuhi kebutuhan patin yang pangsa pasarnya sedang sangat besar saat ini,” katanya.

Baca juga: Lamang Tapai, Penghangat Tubuh Khas Minangkabau

Dalam acara Jatim Fish and Marine Exhibition 2019 juga dilakukan pemecahan rekor MURI penyajian 11.089 porsi bandeng presto terbanyak. Jumlah ini melampaui target awal sebanyak 11.021 porsi.

Bandeng presto tersebut merupakan bandeng berkualitas hasil produksi dari UMKM yang terdiri dari pembudidaya ikan bandeng serta ibu-ibu pengolah hasil perikanan di Sidoarjo dan Gresik. Dengan adanya pemecahan rekor MURI ini, Khofifah berharap masyarakat Jatim lebih gemar mengkonsumsi ikan, sehingga tingkat angka konsumsi ikan di Jatim akan meningkat.

“Ini bagian menabuh gong untuk mengajak masyarakat untuk terus gemar makan ikan sehingga stunting bisa kita kurangi karena seperti kita tahu ikan mengandung protein dan vitamin yang sangat baik bagi pertumbuhan terutama anak-anak,” pungkas Khofifah. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post