Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
Pendidikan

Spirlee Anesta Wisudawati Terbaik IPB University

Spirlee Anesta Sanas, wisudawati terbaik IPB University (IPB University)

Jalan untuk menempuh gelar wisudawati terbaik IPB University tidaklah mudah bagi Spirlee. Ia harus bekerja paruh waktu, mulai dari berjualan roti hingga bekerja di tempat laundry untuk membiayai kehidupan sehari – harinya.

BOGOR – KABARE.ID: Spirlee Anesta Sanas terpilih sebagai wisudawati terbaik IPB University pada upacara wisuda di Bogor, Rabu (15/1/2020).

Spirlee yang diterima di IPB melalui jalur seleksi nasional mahasiswa perguruan tinggi negeri (SNMPTN) pada tahuh 2015, meraih indeks prestasi kumulatif 3,78 dan predikat cumlaude.

Alumni SMAN 1 Mediun, Jawa Timur ini bercerita banyak tentang perjuangan yang dilaluinya saat kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, diantaranya harus membagi waktu antara menyelesikan skripsi dan bekerja.

“Karena kendala keuangan dari keluarga pada saat akhir studi, membuat saya harus bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari dan biaya kuliah,” kata Spirlee, sebagaimana dikutip Kabare dari Antara.

Kerja paruh waktu yang dijalaninya mulai dari magang di klinik, menjadi agen pemasaran, berjualan roti, hinga bekerja di tempat laundry. Semua itu pernah ia jalani sambil menyusun skripsi.

Ia mengaku bekerja paruh waktu awalnya untuk menutupi kekurangan biaya tempat tinggal atau kos di sekitar kampus. Sebagai penjaga toko roti, ia diberi ubah Rp750 ribu per bulan. Sedangkan di tempat laundry ia bekerja sebagai penyetrika dan penjaga kasir.

Pada libur semester genap Juni – Juli 2019, serta labaran pada 5 dan 6 Juni 2019, Spirlee tidak mudik ke kampungnya di Madiun, tetapi mengejar target menyelesaikan skripsi hingga ujian sarjana.

“Pada waktu libur itu, sambil mengerjakan skripsi saya juga bekerja paruh waktu di klinik untuk anak – anak autis. Hasilnya, lumayan untuk menambah biaya hidup,” ujarnya.

Spirlee bekerja di klinik yang bertugas untuk memberikan terapi anak – anak autid agar dapat melakukan aktivitas sesuai dengan standar yang ada di masyarakat.

“Bekerja di klinik autis, saya mengambil hikmahnya karena dapat melatih kesabaran,” tandasnya. (*)

 

Sumber: Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post