Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Skenario KKP Jika Pandemi Covid-19 Ganggu Ekspor dan Perikanan Budidaya

Ilustrasi: IST

Salah satu skenarionya adalah Pemerintah membeli langsung produksi perikanan yang dihasilkan oleh masyarakat.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan sejumlah skenario jika pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap produksi perikanan di Tanah Air, terutama perikanan budidaya dan kinerja ekspor.

"Memang dalam kondisi ini ada penurunan ekspor karena konsumsi udang/ikan di beberapa negara menurun. Seperti di Amerika, Eropa dan China membatasi jumlah impor karena banyak restoran yang tutup,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dalam keterangan resmi, pada Minggu (29/3/2020).

Menurut laporan yang diterima oleh Edhy, wabah Covid-19 berpengaruh terhadap penurunan permintaan ekspor udang dan ikan sebesar 10-20 persen. Namun hal itu diyakininya masih wajar dan belum terlalu signifikan

"Nanti jika memang permintaan (semakin) menurun, kami coba akan siapkan beberapa skenario seperti misalnya Pemerintah membeli langsung (produksi perikanan). Tapi, itu juga kita harus pikirkan ketersediaan cold storage untuk menampung. Hal ini tentunya akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan Presiden," jelas Menteri Edhy.

Edhy mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi baik di internal maupun eksternal untuk memastikan ketersediaan stok ikan dan aktivitas pembudidaya.

“Saya telah menugaskan Dirjen Perikanan Budidaya untuk mendata potensi udang di masyarakat yang belum terjual dan kepada Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan untuk mendata cold storage baik yang operasional maupun yang tidak operasional, untuk scenario,” imbuh Edhy.

Edhy menambahkan potensi lain dari dampak pandemik Covid-19 adalah terganggunya rantai pasok. Pihaknya memastikan terus melakukan antisipasi jika ke depannya ada upaya penerapan pembatasan atau bahkan penutupan akses ke beberapa wilayah.

"Tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar khusus untuk urusan suplai logistik dan sarana prasarana penunjang usaha tidak dibatasi. Misalnya pengiriman produk ikan, pakan, benur dan obat obatan," tutupnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post