Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Siswa Indonesia Juara di World Skills Asia 2018

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyambut kedatangan para pelajar Indonesia yang menjadi juara di ajang World Skills Asia 2018. (Foto: Kemendikbud)

Enam siswa SMK asal Indonesia berhasil menjadi juara umum di ajang kompetisi Internasional “World Skills Asia (WSA)” 2018 dengan memborong 6 medali emas dan 3 medali perak. Capaian ini sangat membanggakan, mengingat kompetisi internasional ini diikuti 19 negara, dengan 17 ajang yang dilombakan.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, didampingi Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, dan Direktur Pembinaan SMK, M. Bakrun, bahkan menyambut kedatangan para peraih medali ajang tersebut, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu malam, (01/12/2018).

“Ini sangat membanggakan, para siswa kita berhasil memborong 6 medali emas dan 3 medali perak dan menjadi juara satu dari 19 negara perserta. Itu melebih target kita mendapatkan 3 emas,” kata Mendikbud dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Indonesia-Denmark Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Enam siswa yang berhasil mendapatkan medali emas, yakni Luki Centuri untuk bidang lomba Web Design, Firli Rizki (Electrical Installation), Rizki Muhammad (IT Network System Administration), Hengky Sanjaya (IT Software Solution for Business), Isnaeni Wulandari (Fashion Technology), A. Nur Fatkhul Cholbi untuk bidang lomba Refrigeration and Air Conditioning.

Sedangkan medali perak diraih oleh Salyan Alqosomi untuk bidang lomba Welding, Mustaqim (Automobile Technology), dan M. Khairul Abdulloh untuk bidang lomba Electronics.

Anggota delegasi Indonesia tersebut adalah lulusan SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Kendal, SMKN 4 Surakarta, SMKN Bandung, SMKN 2 Banyumas, SMKN 2 Kota Serang, SMKN 2 Sukohardjo, SMK PGRI 3 Malang, dan SMK Immanuel.

Baca juga: Pelajar Indonesia Raih 23 Medali di Olimpiade Matematika dan Sains Internasional

Dalam perbincangan di sela-sela penyambutan oleh Mendikbud, Luki Centuri peraih medali emas untuk bidang Web Design, menyampaikan rasa bahagianya bisa mendapatkan juara pertama.

“Saya merasa bahagia sekali bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional, dan mendapatkan medali emas. Untuk mengikuti lomba ini saya sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2017,” kata Luki.

“Mengikuti kompetisi ini sangat menyenangkan bisa bertemu anak-anak muda dari berbagai negara, dan lawan berat saya dari Korea Selatan, karena kerja mereka sangat cepat dan teliti,” sambung Luki.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Hengky Sanjaya peraih medali emas bidang IT Software Solution for Business. “Tentunya saya sangat senang bisa mendapatkan medali emas. Dari ajang ini saya mendapatkan banyak pengalaman, dan bertemu pemuda-pemuda hebat. Saya berharap mengikuti ajang Internasional ini dapat terus dilakukan,” ungkap Hengky.

Untuk para siswa peraih medali emas tersebut, Kemendikbud memberikan penghargaan berupa pelakat dan uang pembinaan sebesar Rp27 juta. Sedangkan untuk medali perak diberikan pelakat dan uang pembinaan sebesar Rp22 juta. Selain itu, kepada seluruh peraih medali, juga akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Baca juga: Indonesia Raih 34 Medali di Kejuaraan Daya Ingat Internasional di Singapura

WSA adalah ajang kompetisi yang diselenggarakan 2 tahun sekali dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing Asia dan meningkatkan persaudaraan di antara negara-negara Asia. Tahun ini, kompetisi dilaksanakan pada tanggal 24-29 November 2018, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di diikuti 19 negara, yaitu, Taiwan, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Indonesia, Oman, Arab Saudi, Malaysia, Kuwait, Mesir, Russia, Belarus, Barbados, Jerman, India, Belgia, Amerika Serikat, Finlandia, dan Brazil.

Persiapan untuk mengikuti ajang WSA tahun ini dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud bekerjasama dengan P4TK BOE Malang dan mitra sponsor. Pelatihan yang dilakukan institusi partner mengacu pada standart kompetensi internasional. Untuk kompetisi kejuruan selanjutnya, Indonesia akan mempersiapkan diri mengikuti kompetisi Internasional di Rusia tahun 2019. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post