Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Serunya Bermain dengan Hiu Paus di Gorontalo

Ilustrasi: wisatawan berinteraksi dengan hiu paus. (Foto: Shutterstock)

Di Gorontalo, hampir seluruh pantainya bersih dan terjaga. Wisatawan pasti betah. Hal positif seperti inilah yang sebaiknya ditiru, kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauzi.

GORONTALO-KABARE.ID: Destinasi bahari Gorontalo punya andalan yang sulit ditemui di daerah lain. Provinsi di Pulau Sulawesi ini memiliki wisata hiu paus, salah satu hewan laut terbesar di dunia yang akan memberikan sensasi luar biasa.

Untuk bisa bermain dengan hiu paus, wisatawan harus berkunjung ke Pangkalan IV Wisata Hiu Paus di Desa Botu Barani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Lokasi ini dapat ditempuh menggunakan mobil sekitar 40 menit dari pusat Kota Gorontalo.  

Dari Pangkalan IV, lanjut naik perahu tradisional sejauh 100 meter dengan biaya sekitar Rp75 ribu per perahu. Tapi ingat ya, perahu hanya bisa dinaiki 3 penumpang. Dari jarak ini, wisatawan sudah bisa melihat dan bermain dengan Sherly, nama seekor ikan hiu paus.

Menurut Tomi, seorang warga yang menjadi pemandu, ada sekitar 3 sampai 4 ekor hiu paus sekitar Botu Barani. “Semua diberi nama. Selain Sherly, ada Bima dan Susi. Rata-rata panjang mereka 7 sampai 8 meter. Yang paling besar adalah Bima, bisa mencapai 10 meter lebih,” papar Tomi.

Cara menikmati wisata Hiu Paus

Warga bermain bersama hiu paus di Desa Botu Barani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (Antara Foto/Adiwinata Solihin)

 

Ada berbagai cara untuk menikmati atraksi Wisata Hiu Paus. Pertama pemandu akan memanggil nama hiu paus sambil memukul sampan ke perahu. Setelah para paus mendekat, wisatawan bisa memberi makan berupa udang. Cara ini memungkinkan wisatawan bermain bersama hiu paus tanpa harus turun dari perahu.

Cara lainnya adalah dengan berenang dan snorkling. Cara yang ini mungkin sedikit lebih seru daripada cara yang pertama. Namun, yang lebih asyik lagi adalah diving. Karena, wisatawan bisa melihat langsung aktivitas hewan-hewan raksasa itu.

Wisatawan tidak perlu takut, karena para hiu paus ini sangat ramah. Tapi ingat ya, dilarang memegang langsung hewan-hewan besar ini. “Hiu paus ini sangat dijaga oleh warga sekitar. Mereka juga diberi makan pagi dan sore. Apalagi sekarang mereka memberikan kontribusi buat warga,” tutur Tomi.

Baca juga: Gorontalo Raih Rekor MURI untuk Memanggang Sate Terbanyak di Dunia

Keberadaan hiu paus di Desa Botu Barani sudah ada sejak lama. Warga pun sudah akrab dengan hewan ini jauh sebelum menjadi atraksi wisata. Sekitar tahun 2015, atraksi ini mulai terdengar luas. Sejak saat itu juga wisatawan mulai berdatangan.

Oh iya, ada waktu-waktu terbaik buat menyaksikan atraksi ini, yaitu sekitar bulan Mei hingga Juli. Selain bisa bertemu dengan kawanan hiu paus lainnya, di bulan itu juga kerap terlihat aktivitas lumba-lumba di sekitar hiu paus.

Ada juga waktu yang kurang bagus, yaitu sekitar September hingga awal tahun. Bahkan hiu paus bisa benar-benar menghilang. “Ada beberapa penyebab hiu paus tidak terlihat. Pertama karena itu adalah saatnya mereka migrasi. Yang kedua karena adanya orka (paus pembunuh),” jelas Tomi.

Menjaga kelestarian alam

Foto: Kementerian Pariwisata.

 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauzi, menilai hadirnya hiu paus di Desa Botu Barani lantaran warganya masih menjaga kelestarian alam.

“Pantai di Botu Barani ini sangat bersih, sangat jernih. Ini yang membuat ekosistemnya terjaga dengan baik. Warganya mampu menjaga kearifan lokal dan terbukti mereka bisa hidup dari pariwisata dengan atraksi alamiah,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku senang warga bisa menjaga dan memaksimalkan potensi alam untuk pariwisata. “Warga mampu menjalankan hal paling mendasar dari pariwisata, yaitu menjaga kebersihan. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Hasilnya, ekosistem jadi sangat terjaga dan warga sendiri yang menikmati hasilnya. Hiu paus yang mereka jaga dengan baik, kini menjadi atraksi unggulan di Gorontalo,” tutur Menpar.

Warga di Gorontalo mengaku sudah merasakan dampak dari pariwisata. Mereka bisa berbisnis sewa perahu, peralatan snorkling, kantin, dan lainnya. “Itulah kekuatan pariwisata untuk rakyat, bisa langsung dinikmati,” ungkap menteri yang memimpin Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 di Asia Pasifik itu. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post