Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Sepenggal Kisah di OSN 2019: Veni Puspitasari Cetak Sejarah Bagi Muara Pinang

Veni Puspitasari bersama Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Muara Pinang, A. Hadi. (Foto: dok. Kemendikbud RI)

Meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, Veni Puspitasari mampu membuktikan bahwa semua orang mampu berprestasi jika rajin belajar.

JAKARTA-KABARE.ID: Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 menyisakan sepenggal kisah tentang seorang siswa yang kurang mampu dalam hal finansial, tetapi bisa berprestasi dan membanggakan keluarga.

Adalah Veni Puspitasari, siswa SMP Negeri 1 Muara Pinang, Sumatra Selatan yang menonjol di bidang sains. Meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, Veni mendapat bimbingan guru untuk mengasah kemampuannya. Ia pun berhasil mewakili provinsi Sumatra Selatan dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, 30 Juni—6 Juli 2019, silam.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Muara Pinang, A. Hadi bahkan turut hadir mendampingi anak didiknya selama OSN berlangsung. Ditemui di sela-sela acara Malam Budaya, di Hotel Alana, Rabu malam (4/7), Hadi mengaku bangganya terhadap anak didiknya tersebut. “Alhamdulillah, dukungan dari guru-guru, teman-teman, inilah momennya, sejarah, kabupaten Empat Lawang, masih tergabung dengan Lahat, Pagar Alam, bisa keluar dari Kota Palembang, inilah sejarahnya,” ujar Hadi.

Baca juga: DKI Jakarta Juara Umum Olimpiade Sains Nasional 2019

Hadi hadir mendampingi Veni atas inisiatif pribadi, karena capaian yang diraih oleh Veni merupakan momen bersejarah bagi sekolah dan juga daerahnya. Ia mengaku sudah memantau perkembangan Veni sejak duduk di kelas tujuh hingga di kelas delapan. Untuk mengasah kemampuannya di bidang sains, setiap hari Senin Veni mengikuti ekstrakurikuler sains, yang terdiri dari mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS. Di situlah kemampuan analitik Veni terasah.

Ketika sekolah mengadakan tes seleksi OSN, Veni berhasil terpilih. Pada saat itu Hadi sudah memiliki keyakinan jika Veni akan mampu menembus seleksi tingkat kabupaten. Terbukti pada seleksi OSN tingkat kabupaten bulan April 2019, Veni meraih hasil terbaik dengan menduduki peringkat pertama. Kemudian pada tingkat provinsi, Veni berhasil membuktikan dirinya sekali lagi. Ia meraih peringkat dua sekaligus resmi ikut mewakili provinsinya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional 2019.

Menurut Hadi, hal tersebut juga menjadi pembuktian, bahwa meskipun berasal dari keluarga yang keadaan ekonominya serba berkekurangan, tetapi setiap anak mampu berprestasi hingga ke tingkat nasional. “Orang tua terbatas, ekonomi ke bawah tapi lihat kenyataan, bisa. Anak-anaknya pintar semua,” ujar Hadi.

Baca juga: Bayi yang Rutin Dipijat Bisa Tumbuh Menjadi Lebih Cerdas

Sehari-hari orang tua Veni bekerja sebagai petani. Ayah Veni adalah penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Meskipun tidak dapat menemani Veni di Yogyakarta, Veni yang pada saat Malam Budaya mengenakan pakaian adat Sumatra berwarna merah, mengungkapkan rasa syukurnya terhadap kedua orang tua yang telah mendukung perjuangannya.

“Selalu doa, tahajud buat aku,” ujar Veni haru.

Ia juga selalu mengingat pesan yang diberikan orang tuanya untuk menjaga diri baik-baik dan terus bersemangat. “Bangga itu boleh, bersyukur itu harus, sombong jangan,” tutur Veni. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post