Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Sepanjang Februari 2019, Kemenpar Targetkan Jaring 200.000 Wisman Tiongkok

Foto: Kementerian Pariwisata RI

Selama Februari 2019, Kementerian Pariwisata menargetkan menjaring minimal 200 ribu wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia, seiring dengan puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2019.

JAKARTA-KABARE.ID: Setiap tahunnya pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh, banyak wisman Tiongkok melancong ke berbagai Negara, termasuk Indonesia. Sejumlah destinasi favorit mereka di Indonesia, antara lain Bali, Manado, Batam, Bintan, dan Jakarta.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I (Great China), Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan, momen Imlek dan Cap Go Meh yang jatuh pada bulan Februari merupakan saat yang tepat untuk menggaet wisman Tiongkok.

“Paket Imlek kita jual di berbagai daerah yang menjadi pasar wisman Tiongkok. Bali ditargetkan menyumbang 50-70 ribu wisman saat bulan Februari. Batam 20 ribu wisman, Bintan 35 ribu, Manado 10 ribu, dan Jakarta 15 ribu. Minimal 200 ribu wisman Tiongkok datang ke Indonesia selama Februari,” ujar Jemadu di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Baca juga: Alibaba Tertarik Kembangkan Pariwisata di Bali

Menurut Jemadu, Tiongkok merupakan pasar potensial pariwisata Indonesia. Tercatat, tingkat kunjungan wisman Tiongkok ke Indonesia selama tiga tahun terakhir terus meningkat.

Pada 2015, Tiongkok menyumbang wisatawan sebanyak 1.141.350 orang. Angka itu naik menjadi 1.452.971 orang pada 2016. Kemudian naik lagi menjadi 1.976.728 pada 2018. “Kami targetkan wisman Tiongkok bisa mencapai 3,5 juta tahun ini,” ujarnya.

Baca juga: Perusahaan Arab Borong Buah dan Sayuran Indonesia

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pasar wisatawan Tiongkok sangat potensial untuk dikembangkan. Tercatat, jumlah pengeluaran mereka bisa mencapai RMB115,29 miliar atau setara Rp242,109 triliun, sebagaimana data International Luxury Travel Market Asia (ILTMA).

“Wisatawan Tiongkok sangat royal berbelanja di pasar global. Kemampuan rata-rata spending mereka mencapai USD1.139 per trip atau setara Rp15,9 juta dengan kurs Rp13.940. ini tentu menjadi acuan yang bagus untuk meraup pundi-pundi devisa kita,” ujar Menpar Arief Yahya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post