Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Seniman Berperan dalam Membangun Karakter Bangsa

Ilustrasi: Pameran Potrait Seniman Yogyakarta. (Antara Foto/ Andreas Fitri Atmoko)

Peran guru seni dan budaya sangat penting dan strategis karena pelajaran seni dan budaya sangat signifikan dalam menunjang kegiatan kreasi dan apresiasi peserta didik.

JAKARTA-KABARE.ID: Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Restu Gunawan, mengatakan, seniman berperan dalam membangun karakter bangsa.

“Gambar-gambar pahlawan nasional yang kita kenal sekarang ini merupakan hasil imajinasi seniman, sebelum ada foto atau kamera,” ujar Restu Gunawan, dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Rabu (12/12/2018).

Menurut Restu, guru kesenian mempunyai peranan penting dalam membangun ke-Indonesiaan. Namun sayang, saat ini, jumlah guru kesenian masih terbatas. Untuk mengatasi kekurangan guru kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan program Seniman Masuk Sekolah.

"Saat ini ada 1.320 seniman yang terlibat dalam program Seniman Masuk Sekolah" ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres Nasional Guru Seni dan Budaya Indonesia, di Sleman, DI Yogyakarta, Senin (10/12/2018).

Restu menghimbau agar para peserta kongres dapat mengajak para seniman untuk bergabung dengan sanggar-sanggar seni. Dengan harapan dapat menghidupkan kesenian tradisional dan ditonton oleh generasi muda.

Dengan demikian, kesenian tradisional tidak punah. Dikatakannya, tahun depan (tahun 2019) akan ada alokasi khusus untuk sanggar-sanggar kesenian."Dekatilah dinas pendidikan di daerah Ibu dan Bapak, sehingga di tahun 2020 dapat menerima alokasi khusus", pungkasnya.

Pembukaaan Kongres Nasional Guru Seni dan Budaya ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala P4TK Seni dan Budaya, bersama Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan, dan perwakilan Gubernur DI Yogyakarta, usai persembahan tari oleh mahasiswa mancanegara peserta program Darmasiswa.

Kongres Nasional Guru Seni dan Budaya Indonesia, yang diselenggarakan di P4TK Seni dan Budaya, Sleman, DI Yogyakarta, berlangsung pada 10 hingga 12 Desember 2018. Kongres ini diikuti 221 peserta, berasal dari perwakilan komunitas guru seni dan budaya jenjang SD/MI, SMP/MI, SMA/MA/SMK dari provinsi di seluruh Indonesia. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post