Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Sendratari Pertapan Klamat Makukuhan Sukses Digelar Secara Virtual

Foto: Istimewa/ infopublik.id

Sendratari Pertapan Klamat Makukuhan sukses digelar secara virtual. Kegiatan ini digelar untuk mencegah kenakalan remaja, bahkan penyimpangan dari aturan yang dibuat oleh negara atau radikalisme.

JAKARTA - KABARE.ID: Berdurasi 2 jam 30 menit, sendratari yang mengkolaborasikan seni tari, wayang berbahasa Indonesia, teater, musik gamelan dan diatonis berhasil memberikan hiburan berkelas dalam pertunjukan virtual yang ditayangan secara live streaming di channel youtube Temanggung TV Official.

Seni pertunjukan yang bertajuk Sendratari Pertapan Klamat Makukuhan ini ditayangkan oleh Temanggung TV secara live streaming mulai Pukul 19.30 WIB di Dusun Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (15/11/2020).

Bahkan warga sekitar Dusun Dukuh Seman pun tidak diperkenankan untuk menonton secara langsung di lokasi.

“Kami menyadari dalam kondisi pandemi seperti ini, kesenian harus masih berjalan, untuk itu kami menontonnya di rumah saja, walaupun memang tidak puas, jika tidak menonton secara langsung,” imbuh salah satu warga Dusun Dukuh Seman, Asih (42 th).

Asih menambahkan, bahwa ia dan warga sekitar dapat mendengar riuh sound sistem dari rumahnya dan rasanya ingin menontonnya secara langsung, namun dia dan warga dusun yang lain menghormati peraturan dalam acara tersebut.

“Agar acara dapat berjalan dengan lancar dan tidak menjadikan klaster penularan Covid-19,” ungkapnya.

Dalam sambutannya secara virtual, Kepala Desa Wonosari Agus Parmuji menyampaikan bahwa ia sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan dukungan dan bantuan hingga terselenggara pagelaran Sendratari Pertapan Klamat Makukuhan Tahun 2020.

“Walaupun pertunjukan dilaksanakan secara virtual, saya berharap tidak mengikis semangat dari para pelaku seni di Desa Wonosari, karena berkesenian ini merupakan media memperkuat keutuhan desa,” kata Agus.

“Bahkan dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah kenakalan remaja, bahkan penyimpangan dari aturan yang dibuat oleh negara atau radikalisme. Karena kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan yang positif,” pungkas Kepala Desa Wonosari. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post