Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Selain Karya Sastra, Indonesia Bawa Budaya di London Book Fair 2019

Ilustrasi: Tari tradisional Indonesia. (Pixabay)

Indonesia siap promosikan ratusan karya sastra dan budaya di ajang bergensi London Book Fair 2019 yang akan digelar pada 12-15 Maret 2019.

INGGRIS-KABARE.ID: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengatakan bahwa London Book Fair 2019 merupakan kesempatan besar untuk menduniakan Indonesia, sekaligus merayakan hubungan diplomatik Indonesia-Inggris yang sudah berjalan selama 70 tahun.

“Indonesia kaya budayanya, demokrasi, kuliner, keindahan pulau. Saya selalu berusaha minat mempromosikan Indonesia di panggung dunia,” ujar Moazzam Malik, saat konferensi pers London Book Fair 2019 di kantor, Kemendikbud, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Selama di London Book Fair, Indonesia mendapatkan dua stand nasional yang masing-masing berluaskan 600 dan 200 meter persegi. Area ini rencananya akan digunakan untuk memamerkan 450 judul buku dan space cafe, sebagai area mempromosikan subsektor berbasis industri kreatif, yakni fesyen, seni pertunjukkan, desain grafis, hingga kuliner.

Baca juga: Bekraf Gelar Food Startup Indonesia di 10 Kota

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia di London Book Fair 2019 menjadi sebuah peristiwa penting, khususnya dari aspek diplomasi budaya sekaligus menjawab kebutuhan global di bidang sastra.

Hal senada juga dirasakan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf. Pasalnya, agenda-agenda semacam ini menjadi cara ampuh memperkenalkan Indonesia di mata dunia.

Selain menargetkan penjualan hak cipta buku-buku Indonesia, London Book Fair 2019 juga menampilkan sejumlah kuliner Indonesia, diantaranya Sayur Lodeh, Kolak Pisang, Satai Maranggi, Indonesia Canape, hingga Kue Dadar Gulung. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post