Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Sejumlah Bioskop di Jakarta Mulai Buka

Ilustrasi. (Istockphoto/dolgachov)

Sejumlah bioskop di Jakarta siap kembali beroperasi pada Rabu (21/10), setelah mengantongi izin dari pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

JAKARTA – KABARE.ID: Salah satu jaringan bioskop besar, CGV, mengumumkan bahwa mereka akan membuka empat bioskop pada tanggal 21 Oktober 2020.

Dalam poster yang diunggah melalui Twitter, CGV menyatakan bahwa mereka akan membuka bioskop di Grand Indonesia, Green Pramuka Mall, Transmart Cempaka Putih, dan AEON Mall JGC. Mereka mengingatkan agar penonton membeli tiket secara daring.

Berdasarkan situs CGV Indonesia, bioskop CGV Grand Indonesia akan menayangkan film tiga film, yaitu My Hero Academia: Heroes rising, Patients of A Saint, dan Train To Busan: Peninsula.

CGV Green Pramuka Mall akan menayangkan Patients of A Saint dan Train To Busan: Peninsula. Sementara itu, CGV Transmart Cempaka Putih dan CGV AEON Mall JGC hanya menayangkan Train To Busan: Peninsula.

Pekan lalu, CGV memastikan tidak akan menaikkan harga tiket ketika mereka kembali mengoperasikan bioskop di Jakarta setelah pemerintah provinsi menerapkan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi pada 12-25 Oktober.

Sementara itu, jaringan bioskop Cinepolis juga akan membuka lima bioskop di kawasan Jakarta mulai 21 Oktober 2020. Kelima bioskop itu berada di Plaza Semanggi, Gajah Mada Plaza, Tamini Square, dan Cibubur Junction. CGV dan Cinepolis memutuskan untuk membuka kembali bioskop segera setelah mereka mengantongi izin dari Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Parekraf DKI, Iffan, mengatakan bahwa mereka sudah memberikan izin untuk XXI, CGV, dan Cinepolis. Namun hingga saat ini, baru CGV dan Cinepolis yang mengumumkan pembukaan kembali.

"SK untuk pembukaan sudah dimiliki oleh bioskop tersebut [XXI, CGV, dan Cinepolis]. Namun, pembukaan tergantung kebijakan manajemen mereka," kata Kepala Seksi Pengawasan Dinas Parekraf DKI, Iffan sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (21/10/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa bioskop yang beroperasi harus mematuhi prokol kesehatan dengan ketat, salah satunya pembatasan penonton dengan maksimal 25 persen dari kapasitas reguler. Penonton juga diwajibkan mengisi data secara daring dan langsung di lokasi dengan format nama, nomor ponsel, dan enam digit pertama Nomor Induk Kependudukan. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post