Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Sawahlunto, Eksotisme Eropa di Sumatera Barat

Foto: Pesona.travel

Di Sawahlunto banyak tempat menginap yang masih berarsitektur Belanda yang akan memberikan nuansa khas dan seru.

JAKARTA - KABARE.ID: Sawahlunto, kota di Sumatera Barat ini populer sebagai kota tambang. Tak hanya keelokan alamnya yang jadi favorit, tetapi juga suasana bak kota Eropa. Sejarah kota ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata.

Galeri Tambang Batu bara dan Lubang Tambang Mbah Soero bisa menjadi tujuan pertama jika ke Sawahlunto. Di sini Anda bisa melihat dan mengenal suasana di dalam gua tambang masa lalu.

Tepat berada di seberang Lubang Tambang Mbah Soero, ada Goedang Ransoem. Tempat ini konon merupakan salah satu dapur paling canggih pada abad ke-20. Sebutan ini berdasar atas jumlah pasokan makanan kepada para budak tambang. Dulunya budak tambang ini kerap disebut dengan orang rantai.

Ada satu tempat lagi yang menarik untuk dikunjungi, yakni museum Kereta Api Kota Sawahlunto. Museum ini kaya akan cerita historis. Anda bisa menikmati aneka peralatan teknis perkeretaapian di masa lalu. Bagian kota yang bersejarah lain ada gedung pusat kebudayaan, Rumah Pek Sin Kek, Gedung koperasi UPO, Gereja Katolik Santa Barbara serta Gedung Kantor Pusat UPO.

Sawahlunto pernah menjadi penghasil batubara terbaik sejak zaman penjajahan Belanda. Potensi kota Batubara ini dulunya terangkat oleh orang Belanda bernama W.H de Greve. Semenjak itu Belanda getol memusatkan perhatian guna melakukan invasi. Belanda gencar melakukan pengerukkan perut bumi untuk mencari material hitam berharga ini. Hanya saja pekerjanya adalah pekerja paksa yang yang kondisinya sangat memprihatinkan, dan itu menjadi bagian dari sejarah kelam Sawahlunto.

Sawahlunto bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan darat dari kota Padang. Selama perjalanan akan terasa menyenangkan karena pemandangan di sepanjang jalan sangat elok dan mempesona. Jalannya juga mulus, dan jika ingin menginap di sana banyak hotel ataupun homestay yang siap menampung Anda. Aneka bangunan itu juga masih mengemas arsitektur Belanda sehingga nuansanya akan berbeda dan seru. (*)


 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post