Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Sarasehan Diaspora Maluku di Jakarta

Disapora Maluku menggelar sarasehan di Jakarta. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Acara tersebut dimeriahkan dengan santap malam berupa hidangan mi sagu, soto ayam, dan nasi campur serta hiburan musik.

JAKARTA – KABARE.ID: Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Indonesia menggelar Sarasehan tentang Sumber Daya Manusia (SDM) Maluku di Kantor Pusat Wantannas, Jakarta, Jumat (23/8/19).

Ketua Penyelenggara, Brigjen TNI Isaac Marcus Pattipeilohy, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Persidangan, Sistem Informasi, dan Pengawasan Internal Wantannas mengatakan, acara ini digelar untuk menjaga silaturahmi dan juga peringatan HUT RI ke-74 yang mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju”.

“Presiden Joko Widodo mengatakan fokus pemerintah ke depan membangun SDM. Kalau kita lihat di kabinet tidak ada orang Maluku yang jadi menteri, masih untung Gubernur Maluku orang Maluku,” ujar Marcus dalam sambutannya.

Padahal, kata Marcus, dalu SDM Maluku bisa dikatakan unggul. Ada Prof. Dr. Gerrit A. Siwabessy yang pernah menjadi Menteri Badan Tenaga Atom Nasional dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto.

Ada juga Ir. Martinus Putuhena yang pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada pemerintahan Presiden Soekarno. “Mudah-mudahan di kabinet mendatang ada orang Maluku yang menjadi menteri lagi,” ujar Marcus.

Brigjen TNI Isaac Marcus Pattipeilohy (kiri) bersama peserta sarasehan, dan Presedir Valdo Group, Reza V. Maspaitella (kanan). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)


Selain SDM, Marcus juga berharap potensi pariwisata, perekonomian hingga kuliner tradisional Maluku bisa terangkat di kancah nasional bahkan internasional.

Salah satu yang disinggungnya adalah makanan berbahan dasar sagu yang sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. “Sagu ini makanan nenek moyang kita. Di Jawa orang menyebut nasi itu sego, di Sunda sangu. Keduanya berasal dari kosa kata sagu,” ujarnya disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

“Berbanggalah kita sebagai pemakan sagu. Makan nasi banyak kena penyakit gula (diabetes). Mari kita angkat potensi lokal dari SDM sampai sumber daya alam,” tandasnya.

Selain Marcus, hadir dalam acara ini sebagai pembicara antara lain Kepala Maluku Corner, Dr. Ir. Reginawanti dan Presedir Valdo Group, Reza V. Maspaitella yang memaparkan aplikasi smartcity Ambon@ccess.

Presedir Valdo Group, Reza V. Maspaitella (kiri) memaparkan peran platform Ambon@ccess dalam hal membangun perekonomian di Maluku, khususnya di kota Ambon. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)


Regina memaparkan peran Maluku Corner dalam hal membantu kesejahteraan masyarakat di Maluku melalui penelitian akademis yang dilakukan oleh tim Universitas Padjajaran (Unpad).

Ia juga menjelaskan tentang beasiswa khusus yang diberikan oleh Unpad bagi mahasiswa yang berasal dari Maluku.

“Alhamdulillah mahasiswa Unpad yang berasal dari Maluku memiliki nilai yang baik dan mampu bersaing. Kendalanya memang saat bersaing masuk Unpad melalui jalur umum, untuk itu Unpad memberikan jalur khusus,” ujar Regina.

Salah satu peserta sarasehan bertanya tentang apa yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk mengembangkan SDM dan perekonomian di Maluku. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)


Sementara Presedir Valdo Group, Reza V. Maspaitella memaparkan peran platform Ambon@ccess bagi kemajuan ekonomi masyarakat di Maluku. “Ambon@ccess dihadirkan untuk mengejar ketertinggalan era digital di Maluku, khusunya kota Ambon,” kata Reza.

Ambon@ccess menghadirkan fitur pembayaran mulai dari jasa hingga aneka produk sembako dan produk lokal. “Jadi nanti kalau orang Maluku yang tinggal di Jakarta atau kota lainnya kangen sagu, bisa pesan melalui Ambon@ccess,” ujar Reza.

Dalam acara ini juga ditampilkan demo membuat mi dari sagu. Acara kemudian ditutup dengan santap malam berupa hidangan mi sagu, soto ayam, dan nasi campur serta hiburan musik. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post