Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Sanur Jadi Model Pariwisata Berbasis Masyarakat

Malam pembukaan Sanur Village Festival (SVF) 2019 di Bali, Rabu (21/8/19). (Foto: Kemenpar RI)

Sanur menjadi model yang baik untuk pariwisata berbasis masyarakat karena terdapat “Sustainable Tourism Observatory” yang didukung UNWTO.

BALI – KABARE.ID: Penyelenggaraan Sanur Village Festival (SVF) 2019 yang berlangsung pada 21 hingga 25 Agustus 2019 diharapkan dapat semakin meningkatkan dunia pariwisata di Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meresmikan SVF 2019  di Pantai Matahari Terbit Sanur, Bali, Rabu malam (21/8/19) mengatakan, Sanur menjadi model yang baik untuk pariwisata berbasis masyarakat karena terdapat “Sustainable Tourism Observatory” yang didukung UNWTO.

“Perhelatannya berkembang, bersinergi dengan kehidupan tradisi budaya, serta mewadahi ragam kreativitas warga Sanur. Semua sadar, potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat adalah dinamika yang harus terus diberikan ruang. Seperti awal mulanya Bali menjadi destinasi wisata kelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Tahun ini, Sanur Village Festival ke-14 mengangkat tema “Dharmaning Gesing” yang diartikan secara harafiah sebagai hal dalam memuliakan atau kewajiban berbuat baik terhadap bambu. Tanaman bambu memang memiliki filosofi kuat dan sangat mendalam bagi masyarakat Bali.

Menpar juga menyampaikan bahwa pada tahun 2018, pariwisata telah menyumbang devisa sebesar 19,2 Miliar dolar AS dimana 40 persen merupakan kontribusi Bali.

“Bali menyumbang devisa paling tinggi untuk Indonesia disektor pariwisata, atau sekitar 7,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun,” kata Menpar.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, SVF yang merupakan agenda tahunan telah menjadi festival yang dinantikan masyarakat lokal, wisatawan domestik, dan wisatawan mancanegara.

Ia melihat, selain di tataran konsep, SVF juga diapresiasi dalam hal pengembangan enterpreneur muda. “Di SVF banyak ditampilkan wirausaha muda, start up baru. Jadi, bukan saja ramai secara seremonial, tetapi juga tumbuh kesadaran kemampuan keinginan dengan melihat jejak potensi lingkungan yang ada,” katanya.

Di kesempatan itu Menteri Pariwisata juga berkesempatan menyematkan Satyalancana Kepariwisataan kepada Ida Bagus Tjethana Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), pemilik Santrian Group Resort Bali Provinsi Bali.

Ida Bagus Tjethana Putra menerima penghargaan atas jasanya sebagai pioneer dalam membangun dan mengembangkan pariwisata perhotelan dengan konsep alami berbentuk bungalow/griya dan villa yang menjunjung tinggi kearifan lokal Bali tercermin dalam konsep “Bali Night”, peningkatan SDM dari karyawan hingga manajer.

Juga kerja sama dengan pihak dalam maupun luar negeri, sehingga menciptakan multiplier effect di sektor pariwisata yaitu kegiatan ekonomi sektor produksi dan jasa. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post