Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Salad Yee Sang, Kuliner Khas Tionghoa Saat Merayakan Imlek

Ilustrasi: Salad Yee Sang. Foto Istimewa

Ada menu baru yang mulai populer di kalangan peranakan Tionghoa ketika Imlek datang, namanya salad yee sang. Ciri khas salad itu adalah potongan ikan mentah di dalamnya.

JAKARTA – KABARE.ID: Hari Raya Imlek selalu identik dengan kumpul-kumpul dan makanan bersama. Sejumlah sajian wajib Imlek pun bukan hanya dihidangkan untuk disantap tetapi juga mengandung simbol harapan.

Ada menu baru yang mulai populer di kalangan peranakan Tionghoa ketika Imlek datang, namanya salad yee sang. Salad ini mulai banyak bermunculan di buku-buku menu restoran China di Jakarta.

Ciri khas salad itu adalah potongan ikan mentah di dalamnya. Daging-daging ikan akan dibubuhi air jeruk dan bubuk jahe, sementara aneka jenis sayur dalam salad ini akan dibaluri berbagai bumbu dan saus.

“Yee sang besar kemungkinan adalah bunyi dialek Tiociu untuk yu sheng, yang berarti ikan segar,” tulis pengamat kuliner Tionghoa, Aji Bromokusumo dalam buku Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara (2013).

Aji melanjutkan, bunyi yu sheng yang bermakna ikan segar juga dapat bermakna “kelebihan” dengan intonasi yang lain, sehingga salad yee sang “secara bebas bisa bermakna selalu ada kelebihan (rezeki) dan meningkatnya karier dan sukses.”

Tradisi menyantap salad yee sang juga sangat kompatibel dengan kebiasaan berkumpul pada Imlek dan seru dijadikan konten media sosial.

Seremoni yee sang dilakukan dengan sepiring besar salad, di mana keluarga dan kerabat dekat akan mengitari meja makan dengan sumpit di tangan. Lalu, secara serempak, mereka akan mencapit bahan-bahan salad, lantas mengangkatnya tinggi ke udara seraya berseru, “lo hei...!”

Seruan lo hei itu merupakan dialek Kanton yang berarti ''angkat bersama”. Menurut Aji, jika ditafsirkan lebih dalam, “angkat bersama” bisa bermakna “sukses bersama”.

Setelah diangkat tinggi-tinggi ke udara, bahan-bahan salad akan teraduk dan tercampur dengan sendirinya usai perayaan itu. Setelahnya, keluarga dan kerabat dekat akan duduk bersama sambil menikmati salad yee sang.

Salad itu populer terlebih dulu di negeri tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Salad itu terdiri dari ikan mentah dan aneka jenis sayur yang dirajang hingga halus.

Di Indonesia, perayaan itu sebetulnya tidak begitu mengakar sebagai budaya peranakan Tionghoa.

“Sepertinya baru paling lama 10 tahun, yee sang mulai diadopsi masuk ke Indonesia dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Untuk makna simbolik dan seremonial, memang yee sang elok dilihat dan dijalani,” kata Aji, masih dalam bukunya.

“Bahkan, di masa kecil saya, sepertinya (yee sang) tidak dikenal. Pada dasarnya, orang Tionghoa berbeda dengan orang Jepang yang biasa makan ikan mentah. Ikan mentah jarang sekali muncul dalam seni kuliner China, kalau tidak bisa dibilang hampir tidak dikenal,” tulis Aji. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post