Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Saatnya Rakyat Kecil Tersentuh Layanan Sahabat Keuangan

Ilustrasi: (Pixabay)

Menurut penelitian Asian Development Bank (ADB) sebanyak 203 juta masyarakat Indonesia belum terlayani akses jasa dan produk keuangan. Mayoritas masih bergantung pada sumber pinjaman informal seperti keluarga, tetangga dan rentenir yang menjerat lingkaran hutang.

JAKARTA-KABARE.ID: Indonesia sebagai negara agraris dan maritim dengan bentangan kepulauan yang luas merupakan aset utama ekonomi. Dibalik itu, keberadaan infrastruktur yang tidak merata dan kesenjangan membuat ketimpangan kesejahteraan ekonomi.

Menurut penelitian Asian Development Bank (ADB), Indonesia yang diberkati dengan surplus demografi 265 juta jiwa mengalami kesenjangan inklusi keuangan dengan nilai sekitar US$57 miliar, dimana masyarakat yang belum terlayani akses jasa dan produk keuangan sebesar 203 juta orang.

Keseharian mereka penuh dengan kesulitan ekonomi dan tantangan sosial. Penghasilan mereka terkadang tidak mencukupi keperluan hidup menyebabkan tingkat tabungan mereka rendah sehingga rentan akan keadaan darurat. Disaat mereka membutuhkan dukungan sumber keuangan, solusinya terbatas karena kurangnya akses dan rendahnya pengetahuan tentang produk kredit perbankan.

Baca juga: Menpar Bagikan Tiga Jurus Jitu Agar Pariwisata Garut Makin Tokcer

Adapun penghalang pola-pikir, misalnya kisah dari pelosok dimana seorang ibu malu untuk pergi ke bank karna tidak memiliki sepatu dan enggan masuk ke bank yang berpenampilan megah. Akibatnya mereka bergantung pada sumber pinjaman informal seperti keluarga, tetangga dan rentenir yang menjerat lingkaran hutang dan terkucilkan dari pengetahuan mengelola keuangan.

Mencapai inklusi finansial tidak semata-mata terpenuhi hanya dengan pemberian kredit, dibutuhkan pendidikan untuk memahami penggunaan pinjaman dan pembiayaan yang bertanggung jawab, cara mengatur keuangan pribadi dan keluarga yang baik serta mengerti seluk beluk mengelola bisnis, sehingga masyarat menjadi ‘melek finansial’. Memiliki kemampuan menganalisa dan memanfaatkan pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan yang baik adalah keterampilan inti untuk berhasil di dunia saat ini.


Saatnya rakyat kecil tersentuh layanan sahabat keuangan

Peter Lydian, Presiden Direktur Finmas mengatakan bahwa Finmas bertujuan untuk membantu jutaan orang Indonesia membuka potensi keuangan mereka melalui pendekatan #SahabatFinansial yang didasarkan pada prinsip-prinsip tanggung jawab, keamanan, kenyamanan, dan keterjangkauan.

“Kami bersyukur menerima dukungan dan bimbingan OJK dan Sinar Mas di samping sumber daya dan keahlian teknologi dari Oriente dalam perjalanan kami untuk menjangkau setiap pengusaha mikro dan konsumen Indonesia yang kurang terlayani,” ujarnya dalam keterangan resmi Finmas, Rabu (10/4/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, sahabat finansial masyarakat itu adalah teknologi. Penetrasi smartphone telah memajukan serta menata ulang digitalisasi sektor finansial, memudahkan akses keuangan dan merubah pola-pikir dan perilaku masyarakat Indonesia, serta membuat sistem ekonomi Indonesia menjadi lebih efisien.

Baca juga: G-Shock Gunakan Material Karbon di Seri Terbarunya

Teknologi merupakan sahabat publik yang mampu memberdayakan kemajuan dan pemerataan ekonomi dengan menyediakan akses ke kredit, membangun identitas finansial, membuka kunci potensi kemandirian finansial.

Teknologi adalah sahabat sektor jasa keuangan dengan mengintegrasikan rantai nilai finansial; tradisional dan modern serta hulu dan hilir. Mengubah tatanan kompetisi tetapi tidak mengganggu ekosistem.

Teknologi mendukung pemerintah dengan memberi energi pada sistem keuangan, memajukan mesin ekonomi sehingga Indonesia gesit, mudah beradaptasi dengan kekuatan ekonomi dan politik dunia yang kerap berubah.

Baca juga: Produk Indonesia Ikut Pameran Internasional di Afrika Selatan

"Diharapkan dengan keberadaan asosiasi, industri fintech P2P lending dapat bertumbuh kuat dan sehat serta bermanfaat bagi kalangan yang belum terlayani oleh lembaga keuangan konvensional. Di Indonesia, fintech ditujukan untuk inklusi keuangan," ujar Adrian Gunadi, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia.

Lalu bagaimana cara kita memilih sahabat finansial yang baik? Pilih hanya yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pakai aplikasi pinjaman online yang aman dan nyaman serta terverifikasi. Yakin bahwa pinjaman bernilai manfaat dan untuk tujuan produktif. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post