Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Rutinitas Memijat Bikin Anak Lebih Tenang

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Bernie Endyarnie Medise. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Rutinitas memijat bayi ternyata berdampak besar pada kualitas tidur bayi, termasuk durasi tidur dan waktu menidurkan lebih singkat.

JAKARTA-KABARE.ID: Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Bernie Endyarnie Medise, SpA(K), MPH menuturkan, anak-anak yang dipijat waktu tidurnya lebih panjang dan waktu menidurkannya lebih pendek.

"Tangisan berkurang, stres bayi berkurang, nafsu makan lebih tinggi, memperbaiki sistem enzim di bagian perut sehingga makanan yang dimakan lebih mudah terabsorbsi,” kata dr. Bernie dalam acara “Gerakan Pijat Bayi Nasional" di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Kendati banyak manfaat positifnya, orang tua harus memperhatikan beberapa hal agar tidak salah saat memijat bayi. Bernie mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal waktu memijat.

"Anak jangan dipijat saat lapar, baru makan, dan mau tidur. Saat baru makan misalnya, ada gerakan dari daerah perut, khawatirnya nanti anak bisa muntah," katanya.

Konferensi pers “Gerakan Pijat Bayi Nasional" di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)


Hal lain yang perlu diperhatikan orang tua adalah respon anak saat dipijat. Jika anak menangis, sebaiknya hentikan pijatan.

"Tapi cek dulu mengapa bayi menangis. Bisa karena buang air, lapar, atau pijatan terlalu menyakitkan. Kalau dia enggak nyaman cek dulu," kata Bernie.

Pijat bayi bisa dilakukan 2-3 kali sehari dengan durasi 10-15 menit. Waktu yang disarankan untuk memijat adalah saat mandi, karena ada kontak mata antara ibu dan bayi, serta aroma sabun yang menstimulasi indera penciuman.

"Bisa juga menggunakan lotion untuk membantu tangan dan kulit lebih mulus, sambil bersenandung. Jangan disambi kegiatan lain," kata Bernie. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post