Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Rumah Rakyat di Kabupaten Teluk Wondama Banyak Dijual Oknum Nakal

Foto: Kabartimur.com

Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama menerima laporan bahwa banyak oknum nakal yang mendapatkan rumah rakyat lebih dari satu. Bahkan ada yang sampai menjualnya untuk kepentingan konsumtif.

WASIOR – KABARE.ID: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama melaporkan telah membangun ribuan rumah bagi masyarakat prasejahtera selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Namun demikian pembangunan rumah masih didominasi usulan yang diajukan masyarakat dalam setiap forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Teluk Wondama, Hermin Sesa Rinding minta para kepala kampung dan Organinasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar memastikan pembangunan rumah rakyat benar-benar tepat sasaran. Sebab banyak laporan oknum warga yang mendapatkan rumah lebih dari satu. Bahkan ada yang sampai menjualnya untuk kepentingan konsumtif.

“Perlu ada pendataan rumah rakyat yang baik. Jadi bapak-bapak kepala kampung kalau dia sudah dapat jangan dikasih lagi, dia sudah jual kok. Kasih ke yang belum dapat dan yang betul-betul dia membutuhkan rumah itu," kata Hermin sewaktu membuka Musrenbang Distrik Wasior, Selasa 18 Februari 2020.

Masalah lain yang sering kali muncul terkait pembangunan rumah rakyat bantuan Pemda adalah pekerjaan yang tidak selesai. Banyak proyek rumah rakyat terbengkalai karena tak kunjung dikerjakan sampai tuntas oleh kontraktor. Herman pun mendorong OPD agar berani bersikap tegas terhadap kontraktor yang terbukti tidak mampu menyelesaikan pembangunan rumah rakyat sesuai kontrak.

“Mereka yang kerja ada yang asal-asalan, sudah dibayar lunas tapi pekerjaan masih terbengkalai, jangan lagi dikasih pekerjaan. Rumah belum selesai orangnya tidak pernah nongol, kontraktornya. Ada juga rumah tidak selesai bahannya dibawa pulang,“ ujar Hermin.

“Kita harus belajar tertib supaya barang yang sedikit dimanfaatkan dengan baik, dipergunakan dengan baik untuk membangun kehidupan yang lebih bagi seluruh masyarakat Wondama secara khsus untuk orang asli Papua," tandas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB ini.

Adapun sebelumnya Kepala Dinas PUPR, Agustinus Tangyong mengungkapkan dalam 2 tahun anggaran terakhir yakni 2018 dan 2019 sedikitnya 1.000 unit rumah rakyat tipe 36 telah dibangun Pemkab Wondama. Itu belum termasuk rumah rakyat yang dibangun dengan Dana Desa oleh masyarakat sendiri.

Dalam Musrenbang Distrik Wasior sendiri diketahui sebanyak 5 dari 9 kampung mengusulkan pembangunan rumah rakyat dari APBD. Para kampung berdalih sebagian besar warganya belum memiliki rumah tinggal sementara mereka tidak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membangun rumah secara swadaya. (*)

 

Sumber: Kabartimur.com

 

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post