Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Ridwan Saidi: Budaya Tangkal Hoax

Melukis potret Budayawan Ridwan Saidi. (Instagram/@conte_art)

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, jika dipahami masyarakat akan berpikir dan bertingkah sesuai dengan falsafah kebhinekaan.

JAKARTA-KABARE.ID: Pengamat politik Hendri Satrio mengungkapkan, Indonesia kini dalam masa krisis kepercayaan. Dimana masyarakatnya muda terpengaruh dengan adanya berita bohong.

"Indonesia ini cukup mengkhawatirkan. Pemberitaan, isu dan kabar hoax bisa memfitnah sebagian kelompok masyarakat. Dari isu beredar banyak sekali korban berjatuhan," kata Satrio dalam dialog bersama warga Pisangan, Tangrang Selatan, Minggu (18/3).

Hadir sebegai pembicara lainnya, Ridwan Saidi selaku perwakilan budayawan di Indonesia. Ia mendesak kepada pemerintah untuk segera membuat regulasi menangkal berita bohong (hoax) yang dianggap sudah meresahkan masyarakat.

"Isu hoax menghantui persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan sekarang menjadi lebih masif sebab Indonesia akan segera melangsungkan pilkada," kata Ridwan.

Menurut dia, kalau kondisi demikian dibiarkan nantinya berpotensi menimbulkan benturan antara kelompok, ras, suku bahkan agama.

"Berita-berita hoax semacam ini sedikit demi sedikit akan membumi hanguskan budaya dan atitud yang kita miliki," kata Ridwan.

Lantas bagaimana caranya membentengi  masyarakat agar tidak terpengaruh dengan kabar hoax? Ridwan mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, jika dipahami masyarakat akan berpikir dan bertingkah sesuai dengan falsafah kebhinekaan. Berbeda budaya suku dan ras tapi tetap satu tujuan.

Dengan kekayaan budaya seperti itu, ia berharap Pemerintah kembali menguatkan instrumen budaya yang dimiliki. Dengan cara menghadirkan nilai kebudayaan di setiap waktu.

"Sehingga jiwa kebudayaan masyarakat Indonesia bisa terus terpupuk dan tidak akan mudah menelan berita dan kabar hoax," ujarnya. (*)


Sumber: Antara

Baskoro Dien

KOMENTAR

Popular Post